Diberi 15 Bus Gratis, Dishub Batam hanya Mampu Kelola 4 Bus

417
Pesona Indonesia
Bus bantuan BPJS untuk buruh terparkir di halaman kantor Dishub Batam di Baloi. Foto: dalil harahap
Bus bantuan BPJS untuk buruh terparkir di halaman kantor Dishub Batam di Baloi. Foto: dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perhubungan tak perlu menggelontorkan uang miliaran rupiah untuk membeli 15 unit bus sekelas bus pariwisata. Pemko justeru mendapat hibah gratis dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Tapi sayang, Dishub hanya mampu mengelola empat bus. Alasannya, biaya operasionalnya mahal.

Melihat kenyataan ini, anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Jefri Simanjuntak, naik pitam. Ia  menuding Dinas Perhubungan (Dishub) tak mampu mengelola dan memperbaiki angkutan umum di Kota Batam.

“Diberi 15 unit gratis tak bisa difungsikan. Kalau hanya diparkirkan di Kantor Dishub saja untuk apa, rusak juga akhirnya,” ujar Jefri, Selasa (6/10).

Jefri mengatakan, jika terbentur biaya operasional, seharusnya Dishub mengajukan dana operasional ke DPRD Kota Batam pada saat pembahasan APBD Perubahan 2015. Apalagi bus tersebut sudah diserahkan awal tahun 2015.

“Harusnya diajukan di APBD-P 2015 kemarin,” kata Ketua DPC PKB Kota Batam ini, kesal.

Dishub mengkritik keras Dishub Kota Batam yang mengeluh tak memiliki dana operasional yang cukup untuk mengoperasikan 15 uinit bus baru itu, namun tidak pernah mengajukan anggaran ke DPRD Batam.

“Harusnya baru mengeluh kalau sudah diajukan tapi tak direalisasikan,” ujarnya.

Jefri menambahkan, dinas yang menjadi mitra kerjanya itu bukan hanya tak mampu mengelola angkutan umum. Pengelolaan parkir, KIR, serta trayek juga hingga kini masih bermasalah.

“Kita sudah merekomendasikan untuk mengganti kadisnya, namun hingga kini masih dipertahankan,” tutup Jefri.

Diberitakan sebelumnya, Kepala unit pelaksana teknis (UPT) Trans Batam, Madian, mengatakan dari 15 bus pemberian BPJS tersebut, hanya empat unit yang mampu dioperasikan pada Oktober ini.

“Tahap awal akan melayani Tanjungpiayu-Mukakuning. Ongkosnya seperti trans Batam Rp 4.000,” kata Madian.

Madian mengatakan pihaknya belum bisa semua mengoperasikan semua bus karena terbentur di anggaran. Anggaran untuk bus tersebut, menurutnya sangat mahal. Dimana spesifikasi bus tersebut cocoknya untuk bus pariwisata.

“Itu selevel bus pariwisata. Cost-nya itu sangat mahal, ada AC, kursi dan sebagainya. Jauh lebih mahal dari operasional bus pekerja yang ada sekarang,” katanya.

Kemudian, nantinya, Dishub akan melakukan kajian untuk membuka trayek baru lainnya. Tentunya melewati daerah yang merupakan kantong-kantong pekerja.

“Kita akan melakukan kajian dulu. Anggarannya juga terbatas di APBD Perubahan. Jadi di APBD tahun depan juga akan dimasukkan,” katanya.

Ke-15 bus dari BPJS itu sejatinya diperuntukkan untuk bus pekerja. Namun tidak ada serikat pekerja yang bisa mengelolanya, sehingga diserahkan ke Dishub untuk dikelola untuk masyarakat umum. (hgt/nur)

Respon Anda?

komentar