Saatnya Ada Bus Trans Batam Sekelas Bus Pariwisata

756
Pesona Indonesia
Baginilah seharusnya bus angkutan umum di Batam. Foto: http://sgcafe.com
Baginilah seharusnya bus angkutan umum di Batam. Foto: http://sgcafe.com

batampos.co.id -Impian masyarakat Batam untuk memiliki angkutan umum yang aman dan nyaman sudah ada sejak lama. Sayang, hingga saat ini angkutan umum di Batam masih jauh dari kata nyaman, khususnya jenis angkutan kota dan bus. Bahkan bus trans batam yang dikelola Dishub Batam, juga masih jauh dari kategori nyaman.

Sebenarnya, Pemerintah Kota Batam melalui Dishub bisa mewujudkan angkutan umum yang nyaman sekelas bus pariwisata, jika mau. Pasalnya, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sudah memberikan bantuan 15 unit bus sekelas bus pariwisata beberapa bulan lalu secara cuma-cuma. Tinggal memikirkan dana operasional dan sistem pengelolaanya.

Persoalan dana operasional sebenarnya bisa diatasi. Selain bisa menggunakan dana dari hasil bus Trans Batam yang pencapaiannya tahun 2015 ini ditargetkan Rp 2,5 miliar dan Rp 2016 sebesar Rp 3,6 miliar, juga bisa diakali dari aspek pentarifan. Bus umum namun fasilitasnya sekelas bus pariwisata bisa saja dibuat tarif berbeda dengan bus Trans Batam yang fasilitasnya biasa-biasa saja. Bisa lebih mahal dari bus biasa sesuai fasilitas dan layanan yang diberikan. Marketnya pasti ada mengingat ini sudah menjadi impian masyarakat Batam sejak lama.

Sumber dana operasional lainnya bisa dari dana sponsor. Badan bus ini bisa menjadi sarana promosi perusahaan tertentu dengan tarif yang bisa diatur. Tinggal membuat payung hukumnya. Beberapa kota seperti Solo sudah menerapkan sistem ini. Terdekat, negara tetangga Singapura punya bus umum yang nyaman dan aman. Saatnya Batam memiliki angkutan umum sekelas bus pariwisata.

Anggota Komisi III DPRD Batam, Jefri Simanjutak menilai, Dishub tidak memiliki kemampuan lebih untuk menata sistem transporatsi di Batam menjadi lebih baik.

“Sebenarnya, ini momentum untuk memperbaiki sistem transportasi di Batam. Dishub harusnya berfikir ke sana,” ujar Jefri. “Mengajukan anggaran operasional saja tidak, tapi mengeluh.”

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Zulhendri mengatakan dari 15 bus bantuan BPJS itu, baru empat yang akan dioperasikan karena anggaran yang terbatas.

Trayek bus tersebut ada dua yakni Tanjung Uncang-Batam Center-Jodoh dan Tanjungpiayu-Batam Center-Jodoh. Dimana tarifnya sesuai dengan SK Walikota. Untuk Pelajar Rp 2000 dan untuk umum Rp 4000.

“Keliling-keliling pun tetap tarifnya Rp 4000. Ini akan sangat membantu pekerja,” katanya.

Lalu kapan Batam punya angkutan umum yang lebih, jika bus sekelas bus pariwisata dibuat menjadi bus biasa Pak? (nur/hgt)

Respon Anda?

komentar