Asap Bikin Pariwisata Batam Terganggu

527
Pesona Indonesia
Turis Korea memotret dirinya dengan latarbelakang "Welcome To Batam" belum lama ini.  Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Turis Korea memotret dirinya dengan latarbelakang “Welcome To Batam” belum lama ini. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kabut asap yang menyelimuti Batam dalam sebulan terakhir tak hanya mengganggu kesehatan serta aktivitas penerbangan dan pelayaran. Namun industri pariwisata di kota ini juga ikut terpukul.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparpud) Kota Batam mencatat, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam pada triwulan ketiga tahun ini tak naik secara signifikan. Asap dituding menjadi salah satu penyebabnya.

“Orang asing sensitif dengan masalah kesehatan, khususnya kabut asap ini,” ujar Kepala Disparbud Kota Batam, Yusfa Hendri, Rabu (7/10).

Bukan asal klaim, Yusfa menyebut ada dua kegiatan bertaraf internasional yang seharusnya dilaksanakan di Kota Batam pada bulan September dan Oktober, namun terpaksa dibatalkan karena kabut asap. Yaitu, Rally Sepeda Nongsa Challenge dan Charity Barkley yang rutin diadakan saban tahun. Pihak penyelenggara (event organizer/EO) yang berasal dari Singapura memilih membatalkan kegiatan itu dengaa pertimbangan cuaca buruk akibat kabut asap imbas kebakaran hutan tersebut.

“Akibatnya, Batam kehilangan potensi kedatangan sekitar 500 orang wisman yang seharusnya datang dalam kegiatan itu,” kata dia.

Tak hanya itu, Yusfa juga menyebut penundaan pelayaran kapal feri internasional beberapa hari lalu juga diindikasi menurunkan jumlah kunjungan wisman. Ia memperkirakan, penundaan pemberangkatan dari Singapura berpotensi membuat calon wisman mengurungkan niatnya datang ke Batam.

“Meski beberapa jam saja, tapi pengaruhnya sudah besar, karena setiap 15 menit sekali kapal berlayar dengan berapa puluh penumpang wisman itu,” bebernya.

Dengan kondisi itu, Yusfa mengaku telah melaporkan hal tersebut pada Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Pasalnya, kata dia, Batam sudah ditarget untuk mendulang jumlah kunjungan wisman hingga 1,5 juta tahun ini. Dengan potensi penurunan tersebut, ia khawatir target bisa meleset dari yang semestinya.

Hingga Juli 2015, Disparbud Kota Batam mencatat sebanyak 675.375 kunjungan ke Batam, atau masih kurang 50 persen dari target. Kunjungan itu didominasi wisman asal Singapura, Malaysia, Korea, Philipina, India, Tiongkok, dan Jepang.

“Menteri sangat menyayangkan, dan berharap bisa melakukan event (kegiatan) terobosan yang lain, supaya target 2015 bisa tercapai,” kata dia.

Sementara Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) Kota Batam akhirnya berangsur turun dan mencatatkan angka lebih rendah pada Rabu (7/10) kemarin. Rata-rata, ISPU tercatat berada di bawah 100 poin, berbeda dibanding hari sebelumnya yang menembus angka di atas 200 poin.

“Kualitas udara hari ini relatif baik,” kata Kepala Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Batam, Dendi Purnomo, kemarin.

Hasil pantauan Bapedalda, sejak pagi kualitas udara Batam relatif baik dengan level ISPU sedang. Pada pukul 6.00 WIB hingga 10.00 WIB, kadar ISPU mencapai 82 (kategori sedang), pada pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB ISPU mencapai 89 (kategori sedang) dan ISPU terus turun pada pukul 13.00 WIB- hingga 15.00 WIB ISPU 86 (kategori sedang).

Namun, Bapedalda akan terus memantau data ISPU, memastikan kadar pencemar masih di bawah 100.
“Nanti malam kami pantau,” kata dia.

Karena kondisi mulai membaik, Bapedalda menyarankan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) untuk masuk sekolah kembali, setelah sempat diliburkan beberapa hari.

“Jika kondisi kualitas udara seperti siang ini yang relatif cerah dan ISPU di bawah 100, maka PAUD dan TK dapat disarankan untuk masuk sekolah besok,” kata Dendi.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin, menyatakan sudah mengumumkan kepada seluruh kepala sekolah TK dan PAUD untuk kembali mengaktifkan kegiatan belajar mengajar pada Kamis (8/10). Meski demikian, Kepala Dinas tetap meminta pihak sekolah melihat situasi kabut asap.

“Karena kualitas udara fluktuatif, tidak bisa dipastikan hari ini baik, besok akan baik juga,” kata Muslim.

Sejauh ini, Pemerintah Kota (Pemko) Batam juga menyatakan belum akan meliburkan para siswa. Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan kualitas udara meski tak bagus namun belum menyentuh level berbahaya sehingga pihaknya belum akan meliburkan siswa secara umum.

“Belum lah, tapi disarankan pakai masker, dan hindari beraktivitas di luar ruangan kalau asap kembali pekat menyelimuti,” kata dia. (bpos)

Respon Anda?

komentar