Kunjungan Wisata Batam Melorot, Asap Disebut sebagai Biang Keladi

497
Pesona Indonesia
Kabut asap yang menyelimuti kawasan Engku Putri Batamcenter, Kamis (23/9). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Kabut asap yang menyelimuti kawasan Engku Putri Batamcenter, Kamis (23/9). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Kabut asap membuat industri pariwisata di kota Batam terpukul.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparpud) Kota Batam mencatat, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam pada triwulan ketiga tahun ini tak naik secara signifikan.

Asap dituding menjadi salah satu penyebabnya.

”Orang asing sensitif dengan masalah kesehatan, khususnya kabut asap ini,” ujar Kepala Disparbud Kota Batam, Yusfa Hendri, Rabu (7/10).

Bukan asal klaim, Yusfa menyebut ada dua kegiatan bertaraf internasional yang seharusnya dilaksanakan di Kota Batam pada bulan September dan Oktober, namun terpaksa dibatalkan karena kabut asap. Yaitu, Rally Sepeda Nongsa Challenge dan Charity Barkley yang rutin diadakan saban tahun. Pihak penyelenggara (event organizer/EO) yang berasal dari Singapura memilih membatalkan kegiatan itu dengan pertimbangan cuaca buruk akibat kabut asap imbas kebakaran hutan tersebut.

”Akibatnya, Batam kehilangan potensi kedatangan sekitar 500 orang wisman yang seharusnya datang dalam kegiatan itu,” kata dia.

Tak hanya itu, Yusfa juga menyebut penundaan pelayaran kapal feri internasional beberapa hari lalu juga diindikasi menurunkan jumlah kunjungan wisman. Ia memperkirakan, penundaan pemberangkatan dari Singapura berpotensi membuat calon wisman mengurungkan niatnya datang ke Batam.

”Meski beberapa jam saja, tapi pengaruhnya sudah besar, karena setiap 15 menit sekali kapal berlayar dengan berapa puluh penumpang wisman itu,” bebernya.

Dengan kondisi itu, Yusfa mengaku telah melaporkan hal tersebut pada Menteri Pariwisata, Arief Yahya.

Pasalnya, kata dia, Batam sudah ditarget untuk mendulang jumlah kunjungan wisman hingga 1,5 juta tahun ini. Dengan potensi penurunan tersebut, ia khawatir target bisa meleset dari yang semestinya.

Hingga Juli 2015, Disparbud Kota Batam mencatat sebanyak 675.375 kunjungan ke Batam, atau masih kurang 50 persen dari target. Kunjungan itu didominasi wisman asal Singapura, Malaysia, Korea, Philipina, India, Tiongkok, dan Jepang.

“Menteri sangat menyayangkan, dan berharap bisa melakukan event (kegiatan) terobosan yang lain, supaya target 2015 bisa tercapai,” kata dia. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar