Larangan Bawa Kendaraan ke Sekolah di Batam Tak Digubris

1052
Pesona Indonesia
Siswa dan siswi SMAN 1 Sekupang ke sekolah menggunakan sepeda motor dan mobil. Larangan tak begitu berpengaruh karena menggunakan mobil dinilai lebih aman dari aksi jalanan. Apalagi belum ada transportasi umum yang aman dan nyaman untuk pelajar.  motor dan mobil, Rabu (7/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Siswa dan siswi SMAN 1 Sekupang ke sekolah menggunakan sepeda motor dan mobil. Larangan tak begitu berpengaruh karena menggunakan mobil dinilai lebih aman dari aksi jalanan. Apalagi belum ada transportasi umum yang aman dan nyaman untuk pelajar. motor dan mobil, Rabu (7/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Larangan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam terhadap pelajar untuk tidak membawa kendaraan pribadi ke sekolah, belum dijalankan. Buktinya, banyak siswa yang masih di bawah umur membawa kendaraan pribadi ke sekolah, Rabu (7/10).

Seperti di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Sekupang. Rata-rata siswa masih membawa kendaraan sendiri, mulai dari motor hingga mobil pribadi berjejer di parkiran hingga bahu jalan sebelah kanan dan depan sekolah. Kendaraan besar seperti truk nyaris tidak bisa lewat lantaran banyaknya mobil pribadi yang terparkir di depan sekolah itu.

”Kalau jam sekolah seperti ini, kita tidak bisa lewat. Jalannya dipenuhi mobil anak sekolah yang berjejer di bahu kanan dan kiri jalan. Kalau dipaksakan masuk takut tersenggol dan mengenai mobil mereka,” ujar Andi, salah seorang pegawai Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam.

Lebih memprihatinkan, banyak dari siswa kelas X yang belum cukup umur membawa mobil pribadi tersebut. Padahal jelas, sesuai ketentuan, syarat utama untuk mengendai kendaraan pribadi ialah cukup umur dan memiliki surat izin mengemudi (SIM). Ketika didata, sebagian besar ini ternyata belum memiliki SIM dan rata-rata usianya 15 tahun.

”Kalau SIM belum punya, tapi dari orangtua sudah mengizinkan bawa mobil kok ke sekolah. Alasannya ya supaya lebih aman. Kan kalau bawa motor banyak jambret, terus banyak kecelakaan bawa motor,” ujar Meri, salah seorang siswa kelas X SMAN 1 Batam.

Siswa lainnya, Tedi mengaku lebih cepat datang ke sekolah membawa motor daripada mobil. Jalanan pagi yang sering macet, menjadi alasan utamanya. ”Kan dekat, saya tinggal di Tiban dan sekolah di Seiharapan, lagian kalau mau buat SIM, kan belum cukup umur, orangtua pun gak melarang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin sudah mewanti-wanti agar siswa yang belum memiliki SIM agar tidak membawa kendaraan pribadi ke sekolah. Alasannya, demi menjaga keamanan siswa tersebut, karena banyak kasus kecelakaan maupun tindak kriminal yang terjadi kepada pelajar.

Menurutnya, peran keluarga menjadi yang pertama untuk mengantisipasi kemungkinan buruk bagi anaknya. Seperti halnya kriminalitas yang bisa saja dengan mudah menimpa anak sekolah. ”Jelas itu larangan. Kita sudah peringatkan. Tapi peran yang penting disini ialah orangtua dan sekolah,” kata Muslim.

Beberapa solusi pun tengah dikaji Pemerintah Kota (Pemko) Batam, mulai dari wacana untuk bus jemputan anak sekolah hingga penyediaan transportasi yang aman bagi siswa. ”Wacana, kita sediakan bus jemputan namun dikhususkanyan untuk mereka yang tinggal di hinterland. Namun begitu, ini kan baru wacana,” katanya. (rng/cew)

Respon Anda?

komentar