Ngaku sebagai Disertir TNI AL, Frits jadi Terdakwa kasus Sabu

292
Pesona Indonesia

batampos.co.id – Demi imbalan upah Rp 10 juta, Frits Welem Ibo kini menjadi terdakwa kasus narkotika di Pengadilan Negeri Batam.

Kemarin, kepada majelis hakim yang dipimpin Wahyu Prasetyo Wibowo dan didampingi Budiman Sitorus dan July Handayani, Frits membenarkan keterangan saksi yang dihadirkan jaksa.

“Benar, sabu itu diberikan kepada saya dalam bentuk kotak. Setahu saya beratnya satu kilo,” ujar pria berusia 29 tahun ini.

Ia mengaku nekat menjadi kurir sabu karena butuh uang pulang kampung ke Jayapura. Apalagi, ia sudah cukup lama berada di Batam tanpa pekerjaan yang jelas. “Saya disersi TNI AL dan sebelumnya tugas di Jakarta. Namun saya lari ke Batam dan menyewa kos-kosan di Harbourbay,” terang Frits.

Menurut dia, sabu itu didapat dari Botak (DPO) warga negara Malaysia yang menjadi teman nongkrong dan minum-minumnya di Batam. Botak menawarkan pekerjaan membawa sabu dari Harbourbay ke kawasan Nagoya. Ia pun akan diberi upah Rp 10 juta, jika berhasil mengantarkan sabu seharga Rp 700 juta.

“Saya disuruh¬† mengantarkan sabu dan mengambil uang Rp 700 juta. Dan saya dapat upah Rp 10 juta. Namun belum sempat saya nikmati uang,¬† saya sudah ditangkap polisi,” bebernya.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim menunda sidang hingga minggu depan dengan agenda tuntutan.

“Baik pemeriksaan terdakwa sudah cukup sidang dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pembacaan tuntutan,” ujar Wahyu dipersidangan

Diketahui Frits ditangkap pada 4 Juli lalu karena membawa kotak yang ternyata berisi dua paket sabu 820,9 gram. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Andi Akbar mengganjal terdakwa dengan pasal 114 ayat 2 atau 112 ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Fritspun terancam hukuman mati atau seumur hidup. (she)

Respon Anda?

komentar