Atasi Sampah Di Laut, DKP Batam Mengaku Kesulitan

406
Pesona Indonesia
Tampak sampah menumpuk di tepi pantai.
Tampak sampah menumpuk di tepi pantai.

batampos.co.id – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Batam mengaku kesulitan menangani sampah yang berada di laut. Hal ini tak lepas dari kurangnya personel Satgas pasang surut kebersihan wilayah laut. Ditambah lagi, sampah yang kian menumpuk.

Selain itu, yang menjadi penyebab banyaknya sampah yang menumpuk di daerah ini ialah kebiasaan membuang sampah sembarang di malam hari. Meskipun sudah diberi peringatan atau denda dengan jumlah yang besar, namun kesadaran masyarakat masih kurang.

“Kita sudah upayakan untuk turun ke lapangan bersosialisasi kepada masyarakat langsung serta berikan surat edaran. Namun sampah-sampah itu tetap tak berubah. Penambahan personil pun kalau kesadaran masih kurang, tetap tidak maksimal,” ujar Kepala DKP Kota Batam melalui Kabid program Aisrin.

Aisrin mengatakan, ada tiga wilayah yang menjadi sasaran penanganan sampah di laut berada di bawah bidang program DKP. Diantaranya ialah di wilayah Pantai kecamatan Bengkong, di kelurahan Tanjunguma, lubuk Baja dan Tanjungriau, Sekupang.

“Tepatnya, satu wilayah enam satgas Pasang surut untuk mengangkut sampah mengapung di laut. Namun kenyataannya tidak, seperti wilayah Bengkong, satgasnya baru ada dua orang saja. Otomatis mereka tidak bisa mengakut sampah-sampah tersebut,” katanya.

Salah satu wilayah yang paling disoroti ialah Bengkong, tepatnya sealiran sungai ke Bengkong Harapan. Disini kesadaran masyarakat untuk hidup bersih sangat kurang. Banyak sampah berserakan dibiarkan dan malah ada yang dibuang ke sungai.

“Sampah-sampah ini akan terbawa air dibawa ke laut. Dan inilah yang kami bersihkan setiap hari,” ucapnya lagi.

Sementara itu, Kabid kebersihan DKP kota Batam Yudi Admaji mengaku untuk wilayah hinterland, penanganan sampah ditangani oleh pihak kecamatan. Seperti halnya di Belakangpadang dan wilayah-wilayah pulau lainnya yang berada di Batam.

Pantauan di Belakangpadang, sampah yang mengapung di sekitaran rumah plantar menjadi pemandangan yang tak sedap. Apabila pasang turun, terlihat sampah-sampah ini berserakan persis dibawah rumah warga. Sangat kumuh dan mengeluarkan bau busuk.

“Di Belakangpadang ada tim sendiri yang menangani,” ungkapnya singkat. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar