Bawa Kendaraan ke Sekolah, Siap-Siap Kena Sanksi

345
Pesona Indonesia
Siswa dan siswi SMAN 1 Sekupang ke sekolah menggunakan sepeda motor dan mobil, Rabu (7/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Siswa dan siswi SMAN 1 Sekupang ke sekolah menggunakan sepeda motor dan mobil, Rabu (7/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kota Batam menginstruksikan kepada semua pelajar yang ada di Batam untuk tidak membawa kendaraan ke sekolah. Ini dimaksudkan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya aksi krriminalitas kepada pelajar. Larangan membawa kendaraan ini akan masuk dan menjadi tata tertib (tatib) sekolah.

“Artinya, kalau sudah menjadi tatib sekolah maka akan ada punishment untuk siswa,” kata Andi Agung, kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Pemko Batam di DPRD Kota Batam, Kamis (8/10).

Andi mengatakan hukuman terhadap anak yang membawa kendaraan akan dilakukan oleh masing-masing sekolah. Salah satunya adalah dengan mengurangi poin-poin dari siswa tersebut. Tetapi ketika masih tetap melanggar maka orang tua yang melanggar akan dipanggil.

“Ya sudah kalau tidak mau lagi kita bina ya sudah kita kembalikan ke orang tua,” katanya.

Menurut Andi saat ini pihaknya masih terus melakukan sosialisasi kepada orang tua mengenai larangan membawa kendaraan ini. Dalam waktu dekat diharapkan orang tua akan mengetahui mengenai larangan tersebut.

“Kita saat ini masih tahap sosialisasi kepada orang tua. Dan dalam waktu dekat akan menjadi tatib dalam sekolah,” katanya.

Komisi IV DPRD Kota Batam mendukung Dinas Pendidikan melarang anak sekolah bawa kendaraan ke sekolah. Ini juga bertujuan untuk menjamin keselamatan anak didik.

“Kalau anak sekolah sudah pasti tidak memiliki SIM, artinya memang mereka belum layak untuk bawa kendaraan. Ini sangat kita dukung,” kata ketua Komisi IV DPRD Kota Batam Riki Indrakari.

Riki juga mengatakan bahwa anak yang membawa kendaraan ke sekolah sangat rentan menjadi korban kejahatan. “Kalau memang ada pihak yang mengaku ngaku petugas dan melakukan razia, anak sekolah pasti jadi korban. Mereka tak punya SIM dan sebagainya,” katanya.

Tetapi sebagai solusinya, Riki meminta Pemko Batam untuk mengusulkan anggaran pembelian bus pelajar. Ataupun mencari solusi agar pelajar tidak terganggu untuk ke sekolah.

“Minimal ada bus yang melintasi pusat-pusat sekolah besar di Batam, dan juga jalan raya besar di Batam,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar