Begini Kelakuan Anggota Dewan Saat Bahas Anggaran Disdik

240
Pesona Indonesia
Udin P Sihaloho. Foto: http://sampuawaltosilajara.blogspot.co.id
Udin P Sihaloho. Foto: http://sampuawaltosilajara.blogspot.co.id

batampos.co.id – Pembahasan anggaran APBD murni 2016 dinas pendidikan bersama Komisi IV DPRD Kota Batam tertunda hingga beberapa jam. Alasannya, Udin Sekretaris komisi IV DPRD Kota Batam menolak membahas anggaran tersebut jika dilakukan tertutup. Bahkan yang tidak ia terima larangan wartawan untuk meliput pembahasan anggaran tersebut.

“Saya tidak akan mau ikut membahas anggaran itu kalau tertutup. Kenapa harus tertutup, apa yang harus ditutupi. Seperti SKPD lain terbuka saja pembahasannya,” kata Udin.

Menurut Udin, dalam pembahasan anggaran dinas pendidikan harus transparan. Apalagi menurut Udin sangat tidak etis, jika pembahasan anggaran itu dilakukan di ruang kerja komisi. Padahal ada ruang rapat atau ruang pertemuan komisi.

“Kenapa harus di ruang kerja itu sempit-sempitan. Kursi tak ada. Wartawan dilarang masuk. Ada apa ini,” kata Udin.

Untuk mengelabui wartawan, seorang staff di komisi IV DPRD Kota Batam mengatakan bahwa di ruangan tersebut tidak ada pihak dinas pendidikan. Padahal beberapa anggota dewan sudah ada di dalamnya yakni Riki Indrakari, selaku ketua komisi IV DPRD Kota Batam, Suhardi Tahirek, Marlon Brando, M Yunus dan beberapa staff dari disdik.

“Saya jelaskan, kalau rapat internal kenapa ada dinas pendidikan di dalam. Kalau rapat internal, ini hanya anggota dewan yang ada. Ini makin memperkuat indikasi, ada apa ini sebenarnya,” kata Udin.

Memang di pintu masuk komisi IV DPRD Kota Batam disiapkan satu orang petugas untuk menahan warga atau wartawan yang hendak masuk ke ruang komisi IV.

“Tidak bisa masuk pak. Ini rapat internal,” kata Zul, seorang petugas.

Tetapi ketika Batam Pos masuk bersama seorang anggota dewan, terlihat sejumlah staff di dalam ruangan. Riki Indrakari, ketua komisi IV membantah rapat tersebut digelar tertutup.

“Tidak ada larangan kok. Silahkan mau masuk. Kita tidak ada instruksi untuk tertutup, ini terbuka kok,” katanya.

Kenapa tidak digelar di ruang rapat? Riki mengaku hal tersebut dilakukan karena sambil menunggu kepala dinas pendidikan. Tetapi ternyata, pembahasan tetap dilakukan di Komisi IV. (ian)

Respon Anda?

komentar