Buruh di Batam Tak Perlu Demo, Ada Masalah Serahkan ke LKS Tripartit

348
Pesona Indonesia
Aksi buruh Batam menuntuk kenaikan upah tahun lalu. Foto: dok. batampos
Aksi buruh Batam menuntuk kenaikan upah tahun lalu. Foto: dok. batampos

batampos.co.id – Upaya untuk menciptakan iklim investasi dan iklim berusaha di Batam menjadi lebih kondusif terus dilakukan. Demonstrasi buruh di Batam selama ini menjadi momok menakutkan karena terkadang berakhir dengan aksi sweeping, dan pelarangan bekerja sehingga aktivitas produksi perusahaan terhenti.

Nah, mencegah aksi demo buruh, Pemerintah Kota Batam, organisasi pengusaha (Kadin, Apindo), dan organisasi buruh (SPMI, SPSI, SBSI) sepakat membentuk Lembaga Kerja Sama (LKS) tripartit sebagai tempat menyelesaikan berbagai persoalan perburuhan yang muncul di Kota Batam, termasuk jika pembahasan UMK menemukan jalan buntu (deadlock).

“LKS tripartit ini juga tak hanya membahas soal upah dan persoalan buruh, tapi berbagai kegiatan bisa digelar bersama supaya hubungan industrial semakin harmonis di Kota Batam ini,” ujar Ahmad Dahlan, Wali Kota Batam, yang juga Ketua LKS Tripartit, Kamis (8/10).

Wakil Ketua LKS Tripartit, Zarefriadi akan segera menyosialisasikan LKS ini ke pengusaha agar lebih dikenal dan memanfaatkan lembaga ini untuk menyelesaikan berbagai persoalan perburuhan di Batam.

“Kita ingin semua persoalan perburuhan bisa diselesaikan tanpa harus ribut-ribut,” ujar Zaref, yang juga Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar