Didemo, 7 Bus Karyawan Akhirnya Dilepas Dishub Batam

257
Pesona Indonesia
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan menemui pendemo yang menuntut bus karyawan dilepas, Kamis (8/10). Foto: istimewa
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan menemui pendemo yang menuntut bus karyawan dilepas, Kamis (8/10). Foto: istimewa

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Batam akhirnya melepas tujuh armada bus karyawan yang sebelumnya ditahan karena melanggar administrasi dan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.

“Kita lepas, tapi kita beri tenggat waktu bagi mereka untuk melengkapi semua,” kata Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan usai berdiskusi dengan para pendemo yang menuntut pembebasan bus tersebut di Kantor Dinas Perhubungan Kota Batam, Kamis (8/10).?

Pemerintah memberi waktu selama enam bulan pertama bagi bus karyawan tersebut untuk melengkapi dokumen, baik izin trayek maupun uji kir. Setelah itu, Pemko juga masih memberikan tenggat waktu kedua selama enam bulan berikutnya untuk melengkapi persyaratan yang harus dipenuhi.

“Jika setelah itu masih tidak dipenuhi, terpaksa kita kasih sanksi tegas, termasuk pencabutan izinnya,” tegas Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Dishub Batam, Zulhendri menjelaskan, pihaknya telah menahan 17 bus karyawan hasil dari razia yang dilakukan Dishub beberapa waktu lalu.

“Tujuh diantaranya yang termasuk dalam Persatuan Bus Karyawan Batam (PBKB) karena ada kesepakatan untuk melengkapi dokumen armada, maka kita beri kesempatan,” kata dia.

Menurut Zulhendri, sejauh ini masih banyak bus yang beroperasi diluar ketentuan. Namun, langkah untuk menertibkan itu pihaknya mengaku kerap menemukan kendala di lapangan.

“Banyak yang tidak resmi tapi sudah eksis dari dulu. Kita terus berupaya menertibkan itu,” kata dia.

Beberapa trayek yang tidak resmi seperti secara administrasi mereka belum memenuhi, tidak ada izin, ataupun surat kerjasama pihak bus dan perusahaan tempat karyawan bekerja.

“Bukti tilang kita sampaikan meski bus kita lepas, nanti tetap melalui sidang ke pengadilan,” kata dia. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar