Harga Baru Solar Rp 6.700 per Liter Berlaku Mulai 10 Oktober

438
Pesona Indonesia
Sejumlah kendaraan sedang melakukan pengisiian bahan bakar solar di SPBU Regata, Kamis (8/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah kendaraan sedang melakukan pengisiian bahan bakar solar di SPBU Regata, Kamis (8/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pertamina Kepri menyatakan siap menurunkan harga jual solar subsidi sebesar Rp 200 per liter untuk wilayah Batam. Kebijakan itu untuk menyesuaikan dengan instruksi pemerintah pusat yang menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), terutama solar yang diumumkan dalam paket kebijakan ekonomi jilid III di kantor Kepresidenan, Rabu (7/10) lalu.

“Kalau memang keputusan tanggal 10 (Oktober), kita siap (menurunkan harga solar, red),” ujar Senior Sales Executive Retail XII Pertamina Kepri, Tri Yudha Nurmansyah  di Batam, Kamis (8/10).

Ia katakan, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan arahan dari Pertamina pusat terkait pelaksanaan kebijakan tersebut. Karena itu, pihaknya masih akan menjual solar dengan harga lama, hingga ada perintah resmi.

“Pertamina masih menunggu instruksi dari pusat,” kata dia.

Yudha menuturkan, harga solar subsidi di Batam masih dibanderol Rp 6.900 per liter. Jika nanti turun Rp 200 per liter, maka harga barunya jadi Rp 6.700 per liter. Meski begitu, ia katakan sampai siang kemarin penjualan solar tidak mengalami gejolak berarti, meski ada rencana penurunan harga.

“Permintaan masih normal, tidak ada laporan penurunan penjualan,” jelas Yudha.

Rencana penurunan atau kenaikan BBM biasanya berpengaruh terhadap pola pembelian oleh masyarakat. Jika harga akan dinaikkan, masyarakat berbondong-bondong membeli BBM lebih awal sebelum kebijakan naik harga itu berlaku. Sebaliknya, penurunan harga berpeluang membuat calon pembeli menahan diri hingga harganya sudah benar-benar turun.

Namun, sambung Yudha, hal itu tak berlaku di Batam. Selain pembelian dibatasi sebanyak 30 liter per hari menggunakan fuelcard, pembeli solar kebanyakan juga didominasi oleh kalangan usaha yang menggunakan solar untuk menunjang operasional usahanya.

“Jadi mereka pakainya setiap hari, toh juga dibatasi hanya 30 liter,” terangnya.

Tak hanya solar subsidi, Yudha juga menyebut BBM lain yang akan turut berkurang harganya di wilayah Batam yakni Pertamina Dex atau solar non-subsidi.

“Pertamina Dex sebelumnya Rp 10.500 jadi Rp 10 ribu per liter,” kata dia.

Sebelumnya, pemerintah pusat mengumumkan paket kebijakan ekonomi jilid III, yang salah satunya fokus pada menekan biaya ekonomi masyarakat. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan, harga baru solar turun dari Rp 6.900 per liter menjadi Rp 6.700 per liter. Harga baru itu akan berlaku tiga hari setelah pengumuman paket kebijakan tersebut. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar