Mahasiswa S2 Undip Belajar Kemaritiman di Batam

519
Pesona Indonesia
Hakim Ad Hoc Perikanan Tanjungpinang Ir. Wisaksono, Ketua IKA (Ikatan Alumni ) Undip Kota Batam Ir. Sulistyono, Ketua Program Magister Managemen Sumberdaya Pantai Universitas Diponegoro Prof. Dr. Agus Hartoko M.Sc, Kepala PSDKP Kota Batam Romadon dan Didi mewakili kepala balai budidaya laut batam saat memberikan materi saat kunjungan Mahasiswa dan mahasiswi Undip di kantor PSDKP di Barelang, Kamis (8/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Hakim Ad Hoc Perikanan Tanjungpinang Ir. Wisaksono, Ketua IKA (Ikatan Alumni ) Undip Kota Batam Ir. Sulistyono, Ketua Program Magister Managemen Sumberdaya Pantai Universitas Diponegoro Prof. Dr. Agus Hartoko M.Sc, Kepala PSDKP Kota Batam Romadon dan Didi mewakili kepala balai budidaya laut batam saat memberikan materi saat kunjungan Mahasiswa dan mahasiswi Undip di kantor PSDKP di Barelang, Kamis (8/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 29 orang Mahasiswa Magister (S2) Universitas Diponegoro, jurusan Manajemen Sumber Daya Pantai, berkunjung ke Kota Batam untuk mengikuti Kuliah Kerja Lapangan (KKL) berbagai hal tentang Kemaritiman. Mereka mulai KKL Kamsi (8/10).

Humas Undip, Teuku Muhamad Shaleh mengatakan ada 39 orang yang ikut ke Batam. Terdiri dari 29 mahasiswa S2, lima dewan dosen, dan lima orang pengelola program studi.

Kegiatan tersebut sekaligus studi banding pengelolaan sumberdaya kelautan di Batam dan aspek-aspek terkait lainnya.

“Batam memang menjadi kami karena banyak hal yang bisa dipelajari. Mulai dari potensi perikanan dan pengelolaan sumberdaya perikananya, industri maritimnya, pengelolaan pulau terluar dan pemberdayaan masyarakatnya, dan banyak lagi,” ujar Teuku, di  Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan ( PSDKP).

Ketua Program Magister Manajemen Sumber Daya Pantai Universitas Diponegoro, Semarang, Agus Hartoko, mengatakan mereka turun langsung ke lapangan karena materi kuliah seperti ini tidak didapat di forum kuliah.

“Kita pelajari mulai potensi, pemanfaatan, permasalahan dan pemecahan berbagai persoalan kemaritiman di Batam,” ujar Agus.

Selain itu, Agus juga mengakui Batam merupakan wilayah yang sangat strategis karena berbatasan langsung negara maju seperti Singapura dan malaysia. Tidak hanyan itu, Batam juga mempunyai potensi budidaya perikanan sangat besar. Industri yang ada di wilayah pantai, Sangat strategis.

“Di sini ada industri galangan kapal, dan berbagai hal terkait kemaritiman. Benar-benar tempat yang tepat bagi kami untuk belajar,” ungkap Agus.

Sementara itu, Dedi Sunantara, mewakili Balai Perikanan Budi Daya Laut Batam menuturkan, mahasiswa S2 dari Undip selain bisa melihat langsug pengelolaan sumberdaya kemaritiman di Batam, juga mengumpulkan data-data tentang perkembangan pembinaan desa nelayan dan pemanfaatan pulau di Batam, serta berbagai hal terkait kemaritiman.

“Mereka juga melakukan kunjungan ke kelompok nelayan dan pembudidaya ikan, serta ke pusat pasar ikan di Kota Batam,” ujar Dedi. (cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar