Masih Kurang 500 Ribu Wisman, Dispar Batam Siapkan Troboson

223
Pesona Indonesia
Turis-turis asal Singapuran  menyaksikan kesenian tradisional kuda lumping di Golden Prawn Bengkong,  Senin (28/9/2015).  Kesenian asal tanah Jawa itu menjadi satu dari sekian banyak kesenian yang disuguhkan oleh Golden Prawn untuk  menghibur para turis mancanegara.  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Turis-turis asal Singapuran menyaksikan kesenian tradisional kuda lumping di Golden Prawn Bengkong, Senin (28/9/2015). Kesenian asal tanah Jawa itu menjadi satu dari sekian banyak kesenian yang disuguhkan oleh Golden Prawn untuk menghibur para turis mancanegara. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Batam akan membuat terobosan untuk mengejar target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam2015  sebanyak 1,5 juta. Berbagai trobosan pun disiapkan Dispar.

“Ada beberapa kegiatan, terutama kegiatan tematik yang berkonstrasi mendatangkan massa,” kata Kepala Disparbud Kota Batam, Yusfa Hendri, Kamis (8/10).

Ia mencontohkan, acara silaturahmi warga dari suatu daerah yang warganya diperkirakan banyak menetap di luar negeri. Yusfa menyebut, salah satunya silaturahmi warga Bawean. Ia katakan, bisa saja pihaknya memfasilitasi agar kegiatan tersebut diadakan di Batam untuk mendatangkan warga Bawean yang tersebar di beberapa negara lain.

“Kan warga Bawean ada yang di Singapura dan Malaysia, nah itu jadi momen untuk mendatangkan mereka ke sini,” kata Yusfa.

Seperti diberitakan sebelumnya, kunjungan wisman ke Batam tak naik signifikan pada triwulan tiga 2015. Salah satu alasannya, karena adanya kabut asap yang membuat orang asing pilih menunda atau bahkan membatalkan kunjungannya ke Batam.

Ia menyebut, ada dua kegiatan bertaraf internasional yang seharusnya dilaksanakan di Kota Batam pada September dan Oktober, namun terpaksa dibatalkan karena kabut asap. Yaitu, Rally Sepeda Nongsa Challenge dan Charity Barkley yang rutin diadakan saban tahun. Dari dua kegiatan itu, setidaknya Batam kehilangan potensi kedatangan sekitar 500 orang wisman.

Yusfa melanjutkan, beberapa kegiatan yang mestinya jadi penopang jumlah kunjungan wisman namun juga urung dilaksanakan antara lain Sea Eagle Boat, Tour de Barelang, Nongsa Regata, dan Asian Jazz Festival. Alhasil, realisasi kunjungan wisman juga tak mencatatkan hasil signifikan.

Mengacu pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Kota Batam pada Agustus 2015 mencapai 134.540 orang, mengalami peningkatan 22,39 persen dibanding jumlah wisman pada bulan sebelumnya yang mencapai 109.931 orang.

Wisman yang berkunjung ke Kota Batam pada Agustus 2015 didominasi dari Singapura dengan jumlah pengunjung sebanyak 79.459 orang atau sekitar 59,06 persen dari total jumlah wisman yang berkunjung ke daerah ini.

Sedangkan jumlah wisman yang berkunjung ke Kota Batam selama periode Januari-Agustus 2015 mencapai 1.009.915 orang. Mengalami peningkatan sekitar 9,84 persen dibanding jumlah wisman pada periode yang sama tahun 2014 yang mencapai sebanyak 919.439 orang.

“Tapi kita optimistis bisa tercapai, karena sampai Agustus kan sudah 1 juta, kita kejar yang 500 ribunya lagi,” kata Yusfa Hendri.

Sementara itu, tingkat hunian kamar hotel berbintang di Kota Batam pada Agustus 2015 rata-rata 54,66 persen, atau naik 10,74 poin dibanding Juli 2015 sebesar 43,92 persen.

Rata-rata lama menginap tamu asing dan domestik pada hotel berbintang di Kota Batam pada Agustus 2015 adalah 1,82 hari, lebih lama 0,09 hari dibanding dengan rata-rata lama menginap tamu pada Juli 2015.

“Itu PR (pekerjaan rumah) kita, agar durasi tinggal di Batam bisa 3 hari,” kata dia. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar