Oknum Polisi Curi 920 Kg Tembaga Dituntut 10 Bulan, Pencuri 4 Batang Kayu Divonis 1 Tahun Plus Denda Rp 500 Juta

378
Pesona Indonesia
Enam terdakwa kasus pencurian tembaga di PT Ecogreen Batam saat menjalani sidang tuntutan, Kamis (8/10). Foto: anggie/batampos
Enam terdakwa kasus pencurian tembaga di PT Ecogreen Batam saat menjalani sidang tuntutan, Kamis (8/10). Foto: anggie/batampos

batampos.co.id – Harapan Sembiring, oknum anggota Polsek Sagulung yang terlibat pencurian kabel tembaga seberat 920 kilogram milik PT Ecogreen Kabil, Batam, bersama lima rekannya (bukan polisi, red) dituntut ringan, hanya 10 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Barnad, Kamis (8/10).

Kondisi ini kontras dengan apa yang dialami oleh Revianto dan Zulhaji, buruh yang mencuri 4 batang kayu di di hutan Duriangkang. Keduanya telah divonis PN Batam, Rabu (7/10) lalu dengan hukuman satu tahun penjara dan diwajibkan membayar denda Rp 500 juta.

Kelima rekan Harapan yang masing-masing dituntut 10 bulan itu, yakni Florentinus Tarigan alias Tinu, Viceroy Hengkasa alias Roy, Togar Sirait, Jon Roy Kennedy Sitepu alias Roy, dan Mistahudin alias M bin Ibnu Hajar.

JPU Barnad menyatakan dalam tuntutannya bahwa keenam terdakwa terbukti telah melakukan pencurian.

“Masing-masing terdakwa dinyatakan bersalah dan terbukti melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana diatur pasal 363 KUHP,” ujarnya JPU saat membacakan tuntutan.

Setelah mendengarkan tuntutan tersebut, Majelis Hakim dengan Hakim Ketua Budiman Sitorus didampingi Hakim Anggota Juli Handayani dan Alfian ini, memberikan kesempatan kepada para terdakwa untuk mengajukan pembelaan (pledoi).

Secara bergantian para terdakwa mengajukan pledoi lisan yang menyatakan menyesal dan mengakui perbuatannya.

Seperti diberitakan sebelumnya, keenam terdakwa ditangkap karena kedapatan melakukan pencurian kabel tembaga seberat 920 kilogram di PT Ecogreen Kabil seharga Rp 60 juta di PT Surya Batam Cemerlang.

Hasilnya dibagi-bagikan menjadi Rp 30 juta untuk enam terdakwa dan Rp 30 juta lagi untuk Alex (DPO). Mereka didakwa pasal 363 ayat (1) ke-3 dan ke-4 KUHP.

Pada persidangan sebelumya, terdakwa Harapan Sembiring mengakui menjadi penyedia tempat tembaga curian itu, sekaligus berperan sebagai pengamanan.

Untuk memutuskan perkara ini, Majelis Hakim melanjutkan sidang dengan agenda putusan pada pekan depan, Kamis (15/10) di Pengadilan Negeri Batam. (cr15/she/bpos)

Respon Anda?

komentar