Pemilik Rumah Tak Tahu Salsa Ada di Kamar Kos Temannya

668
Pesona Indonesia
Kosan Dr, teman Salsa, tempat keduanya ditemukan, Rabu (7/10) lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos
Kosan Dr, teman Salsa, tempat keduanya ditemukan, Rabu (7/10) lalu. Foto: Dalil Harahap/batampos

batampos.co.id – Pelarian Salsabilla (11), murid SDN 002 Sagulung dari rumahnya– yang oleh orangtuanya sempat melaporkan hilang pada Senin (5/10) petang, kemudian ditemukan di kosan teman prianya, Dr (15) di pemukiman liar Kampung Cunting, Tanjunguncang, Rabu (7/10) masih menyisakan banyak cerita.

Wati, pemilik rumah yang menyediakan kos-kosan yang ditempati Dr, tempat teman pria Salsa, mengaku tidak mengetahui kalau Salsa ada di kamar kosan Dr sejak Senin malam hingga polisi menjemput Rabu petang.

“Yang kutahu cowok dua orang yang kos,” ujar Wati saat ditemui di rumahnya kemarin.

Walau Wati mengaku tidak mengetahui ada wanita di kamar yang disewa Deri dan kawannya, namun ditempat tersebut terdapat beberapa pakaian perempuan.

Menurut Wati, Deri dan rekannya tinggal di kos-kosanya sejak Senin (5/10) pagi, dia mengaku tidak terlalu mengetahui aktivitas anak kosnya lantaran sibuk.

“Yang kutahu mereka ngaku kerja di barang seken Mandailing, namanya saja saya lupa mereka ini. Kok jadi begini sih,” katanya.

Dia mengaku menyesal lantaran tidak terlalu tahu latar belakang penghuni kosnya, dia mengatakan tidak terlalu menanyakan lataran segan terhadap privasi orang.

“Yang butuh tempat tinggal ya udah saya  bantu, tapi gak tahu kok jadi begini juga, ini pelajaranlah supaya lebih ketat lagi,” tuturnya.

Sementara warga yang tinggal di samping kos-kosan tersebut membenarkan dua pria termasuk Dr baru menempati kamar kosan tersebut sejak Senin (5/10) pagi. Namun mereka mengaku baru melihat Salsa alias Chaca, Rabu (7/10).

“Kami juga tak tahu kalau ada cewek di kamar itu. Tapi memang saya semalam lihat cewek muda itu (Salsa, red), baru kali itu kulihat,” ujar salah satu tetangga kamar kos Dr.

Ketua RT Kampung Cunting juga tidak mengetahui di daerah tersebut ada warga baru (Dr dan rekan).

“Tidak ada laporan adanya warga baru yang masuk ke sini. Pemilik kos juga tidak lapor kalau ada anak kos yang baru masuk,” kata Ketua RT 02 Rw 01, Muhammad Yusuf.

Dia menyesali pemilik kos yang tidak melaporkan adanya warga baru yang masuk. Padahal, kata Yusuf, di wilayah tersebut sudah diimbau setiap ada warga baru agar melapor.

“Kan ada  himbuan melapor setiap 1 kali 24 jam untuk yang bertamu. Kalau begini saya jadi malu, seharusnya kita yang duluan tahu ada warga baru,” katanya.

Menindaklanjuti peristiwa ini, Yusuf mengatakan akan kembali mendata seluruh warga Kampung Cunting baik yang lama maupun yang baru. Bila menemukan warga yang tidak mempunyai identitas yang jelas, ia akan mengusir dari kampung tersebut.

“Ke depan akan saya perketat. Warga yang bodong saya akan usir,” tegas Yusuf.

Sementara itu, pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada kepolisian karena berhasil menemukan anaknya dengan selamat.

“Kami sampaikan terima kasih pada kepolisian maupun semua pihak atas doa dan dukungannya,” ujar ibu kandung Salsa, Annisa Yulaini saat ditemui di rumahnya, kemarin.

Dia menyampaikan agar masyarakat dapat mengambil hikmah atas kejadian yang menimpa anak sulungnya tersebut. “Untuk anak-anak lain mohon dengarkan nasehat orang tua begitu juga orang tua,” ujar Annisa. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar