Segerakan Bus Sekolah di Batam, Gunakan Dana Darurat

596
Pesona Indonesia
Contoh bus sekolah. Foto: dok. jpnn
Contoh bus sekolah. Foto: dok. jpnn

batampos.co.id – Kebijakan Dinas Pendidikan Kota Batam yang melarang seluruh siswa membawa kendaraan ke sekolah memang seharusnya diikuti dengan solusi. Salah satunya penyediaan angkutan sekolah oleh pihak sekolah maupun Pemerintah Kota Batam.

Menyikapi hal ini, Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan mengatakan terbuka peluang memanfaatkan dana darurat untuk menyediakan angkutan bus khusus bagi pelajar. Tujuannya, memberikan transportasi yang aman dan nyaman bagi para pelajar.

“Kalau dinilai sudah urgent (mendesak), kita bisa pakai anggaran darurat,” kata Ahmad Dahlan, Kamis (8/10).

Wali Kota tak menampik, di Batam belum ada angkutan khusus bagi pelajar yang memenuhi kriteria aman dan nyaman tersebut. Salah satu alasannya, kata dia, terkendala anggaran.

Namun, mengingat akhir-akhir ini banyak kejadian kriminal yang menimpa pelajar dan anak-anak sekolah, sekaligus mulai digalakkannya larangan membawa kendaraan sendiri bagi pelajar ke sekolah, maka kebutuhan penyediaan bus pelajar dinilai mendesak.

“Bisa saja (gunakan anggaran darurat), kita lihat nanti,” kata Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Zulhendri menjelaskan, sejauh ini, Batam hanya memiliki empat bus untuk melayani angkutan pelajar. Namun, itu terbatas hanya di wilayah pinggiran dan belum menjangkau hingga ke tengah kota.

Angkutan pelajar yang sudah ada tersebut merupakan program lama yang ditujukan untuk mengangkut siswa dari wilayah SP Plaza Batuaji menuju ke pulau penyangga seperti di Galang.

“Waktu itu tujuannya agar anak-anak pulau semangat untuk berangkat sekolah,” kata dia.

Namun, Kepala Dinas melanjutkan, ada alternatif lain untuk mengangkut siswa jika bus sekolah belum beroperasi.

“Pihak sekolah bisa mencarter angkutan seperti Carry untuk mengantar dan menjemput siswa mereka,” kata dia.

Opsi lain, bisa juga bekerjasama dengan perusahaan penyedia jasa mobil angkutan tata niaga seperti bus karyawan.

“Yang penting dilaporkan ke kita (Dishub),” katanya.

Menurut Zulhendri, pihaknya akan membantu memeriksa kelayakan kendaraan mulai dari administrasi hingga aspek teknis untuk menjamin keamanan.

“Ini kita berlakukan demi keselamatan siswa yang akan menjadi penumpang nantinya,” kata dia.

Sementara menunggu bus bantuan dari pusat, pihaknya masih berupaya mencari biaya operasionalnya. Kata dia, setidaknya ada 15 bus yang bakal diterima batam dan direncanakan akan dikhuskan sebagai bus pelajar.

“Masih ada rencana bantuan dari pusat, tapi nanti tergantung biaya opersiaonal,” kata dia. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar