BP Batam Janji Sikat Semua Kios Liar di Batam

465
Pesona Indonesia
Fitrah Komarudin, Deputi V BP Batam. Foto:
Fitrah Komarudin, Deputi V Bidang Pelayanan Umum BP Batam. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menerima tantangan anggota DPRD Kota Batam yang memintanya untuk melibas semua kios liar yang melanggar tata kota di Batam. BP Batam tidak akan tebang pilih, semua yang melanggar akan dilibas.

Hal ini ditegaskan Deputi V Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Fitrah Kamaruddin. Bahkan, saat ini Direktorat Pengamanan (Ditpam) sudah mulai bergerak dan melakukan beberapa penertiban.

“Saya katakan bahwa semua kios liar itu akan ditertibkan. Sebenarnya BP Batam sudah bekerja dari beberapa waktu lalu dan akan terus bekerja,” kata Fitrah.

Fitrah yang membawahi Ditpam meminta agar Cecep Rusmana selaku Direktur Pengamanan bisa lebih tegas lagi. Ia mengakui bahwa selama ini masih banyak kios liar atau pun bangunan liar yang dibangun di pusat perkotaan yang mengganggu tata kota.

“Memang benar. Bahkan ada awalnya kios, tetapi akhirnya dijadikan tempat untuk tidur dan tempat tinggal. Dalam hal ini Ditpam harus lebih tegas,” katanya.

Kata Fitrah, meskipun penertiban ini untuk menjawab tantangan dari DPRD Kota Batam tentang ketegasan BP Batam dalam menertibkan kios liar, tetapi untuk penertiban ini, BP Batam akan tetap koordinasi dengan tim terpadu.

Fitrah mengatakan prioritas penertiban di pinggir jalan raya seperti di Simpang Kara, Simpang Frengki,  Pasir Putih, Golden Land, Pujasera depan SP Plaza, Depan Rusun Sei Beduk, dan beberapa kios lainnya.

“Kita akan tetap koordinasi. Tetapi intinya kita akan tertibkan semua kios liar, apalagi yang di jalan besar. Anggaran untuk penertiban ini sudah ada,” katanya.

Sementara itu, Tumbur M Sihaloho, anggota Komisi I DPRD Kota Batam mengapresiasi ketegasan dari BP Batam. Ia meminta agar pernyataan tersebut segera direalisasikan.

“Baguslah kalau sudah ada pernyataan seperti itu dari BP Batam. Kita minta agar BP Batam menertibkan kios itu dengan segera. Apalagi anggaran sudah ada,” katanya.

Menurut Tumbur, ketegasan dari BP Batam dituntut untuk mengurangi jumlah kios liar di Batam. Di mana selama ini kios liar yang di pinggir jalan hampir tidak tersentuh.

“Tetapi seperti saran saya sebelumnya, harus dicari jalan keluarnya. Jangan sampai pedagang itu diterlantarkan. BP Batam dan Pemko harus terus berkoordinasi,” katanya.

Sentra atau pusat pedagang kaki lima di Batam harus dibuat. Di mana nantinya, ini bisa ditata sebagus mungkin dan bisa dijadikan sebagai tempat wisata. Dan bisa ditarik retribusi untuk PAD.

“Seperti di daerah Binjai di daerah Sumater Utara, sudah ada di sana yang seperti ini. Dan sangat bagus. Jadi saya minta ketegasan BP Batam dalam hal ini,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar