Cegah Pornografi, Disdik Batam Razia Konten Hape Pelajar

296
Pesona Indonesia
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kota Batam menginstruksikan seluruh sekolah di Kota Batam agar memperketat pengawasan terhadap seluruh siswanya. Pengawasan ini ditujukan terkait maraknya kasus kriminalitas dan seksual yang terjadi di kalangan siswa.

Salah satu yang menjadi instruksi Disdik kepada sekolah-sekolah di Batam ialah meminta seluruh kepala sekolah agar memeriksa telefon seluler (hape) milik siswa dan memastikan tidak ada gambar atau video yang membahayakan mentalitas siswa.

“Kita minta sekolah melakukan razia setiap seminggu sekali untuk memeriksa hape siswa tidak ada hal-hal yang berbau kriminalitas dan pornografi,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin pada saat berada di Kantornya di Sekupang, Jumat (9/10), kemarin.

Menurut Muslim, dalam surat edaran 1497/419/DISDIK/X/2015 ke sejumlah sekolah, ada beberapa poin yang ditegaskan oleh Dinas Pendidikan. Mulai dari penerapan UU Nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan hingga pengawasan sekolah.

“Pengawasan sekolah inilah kita mendorong agar sekolah yang lebih aktif mengawasi dan memperketat pengawasan yang selama ini telah dilakukan. Disini, Disdik tidak memiliki kewenangan untuk memeriksa langsung hape siswa,” ungkapnya lagi.

Muslim juga mengaku tidak melarang siswa membawa hape ke sekolah. Namun ia berharap, agar hape yang digunakan siswa sesuai untuk keperluannya yakni untuk menelfon dan sms. “Kita hanya menyarankan menggunakan hape standar dan bukan melarang,” lanjutnya.

Selain itu, dalam surat edaran ini, Disdik melarang siswa yang belum memiliki SIM atau berusia 17 tahu ke atas untuk membawa kendaraan pribadi ke sekolah. Memberikan sanksibagi yang melanggar dan memasukan pelanggaran itu terhadap poin pelanggaran.

Sekolah juga memberikan sosialisasi kepada orang tua siswa tentang larangan membawa motor dan mobil ke sekolah sebelum siswa tersebut memiliki sim sesuai UU berlalu lintas. Dinas Pendidikan juga akan melakukan pemantauan terhadap surat edaran ini.

“Kita hanya menjaga timbulnya hal-hal yang tak diinginkan seperti maraknya tindak kriminal yang mengakibatkan korban berjatuhan. Diindikasi dari pelaku kejahatan itu masih berstatus pelajar,” sebut Muslim lagi. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar