Dewan Batam Desak Bus Pekerja Jadi Bus Pelajar

333
Pesona Indonesia
Bus bantuan BPJS untuk buruh terparkir di halaman kantor Dishub Batam di Baloi. Foto: dalil harahap
Bus bantuan BPJS untuk buruh terparkir di halaman kantor Dishub Batam di Baloi. Foto: dalil harahap

batampos.co.id – Komisi IV DPRD Kota Batam mendesak Pemko Batam untuk menjadikan bus pekerja dari BPJS yang kini mangkrak di Dinas Perhubungan dialihkan fungsinya menjadi bus pelajar. Ini tidak lepas dari larangan bagi pelajar membawa kendaraan ke sekolah.

“Ini kan memang sudah darurat angkutan sekolah. Untuk apa itu di sana tidak jalan, kenapa tidak digunakan untuk sekolah,” kata Riki Indrakari, ketua komisi IV DPRD Kota Batam.

Riki mengatakan saat ini ada sekitar Rp 5 miliar dana darurat yang mengendap di Pemko Batam. Diharapkan ini bisa digunakan. Karena Batam khususnya bidang pendidikan sudah darurat angkutan.

“Kalau di APBD Perubahan dulu, kita minta itu dioperasikan, tetapi tidak ada sama sekali mereka usulkan” katanya.

Menurut Riki, menunggu bus tersebut dioperasikan untuk buruh, maka bisa digunakan untuk mengangkut pelajar, terutama sekolah-sekolah yang jumlah muridnya sangat banyak.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Kota Batam Andi Agung mengatakan memang sudah saatnya pelajar menggunakan bus ke sekolah. Tidak lagi membawa kendaraan sendiri.

“Misalnya di sekolah swasta, ada yang langsung menyewa mini carry untuk mengangkut pelajar ke sekolah. Ini sangat aman dan lebih murah daripada harus bawa kendaraan sendiri,” kata Andi.

Sementara untuk pengadaan bus pelajar, menurutnya masih harus dikoordinasikan dengan pihak terkait termasuk dinas perhubungan. Tetapi tega ia mengatakan bahwa memang di Batam ini sudah diperlukan bus pelajar.

“Sebenarnya sudah ada, tetapi baru di hinterland. Kalau di Batam yang mainland memang belum ada. Dan ini memang butuh. Tetapi ini masih harus dibicarakan dengan Dishub,” katanya.

Menurut Agung, jika memang bus pelajar ada di Batam, maka yang akan diprioritaskan adalah bus ke arah daerah yang memiliki jumlah sekolah yang banyak. Misalnya ke arah Sekupang atau Batuaji atau ke arah SMAN 3.

“Selain jumlah sekolah, kita akan pertimbangkan juga jumlah anak sekolah di setiap sekolah. Misalnya kalau ada sekolah yang muridnya 1800 orang, sedangkan sekolah lain hanya 1000 orang kita prioritaskan yang 1000 orang. Tetapi harapan kita semua sekolah akan terlayani,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar