Kapolres Minta Pemko Batam Tindak Warnet yang Buka 24 Jam

965
Pesona Indonesia
Satpol PP saat merazia warnet di kawasan Batam Centre beberapa waktu lalu. Isi warnet rata-rata anak dibawah umur. Foto: cecep mulyana/batampos
Satpol PP saat merazia warnet di kawasan Batam Centre beberapa waktu lalu. Isi warnet rata-rata anak dibawah umur. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Kapolres Barelang Kombes Asep Safrudin meminta Pemerintah Kota Batam bertindak tegas terhadap warung internet (warnet) yang buka 24 jam. Pasalnya, mayoritas penghuni warnet itu anak-anak di bawah umur.

Kapolres mengungkapkan, ia dan jajarannya sering kali mendapati anak-anak di bawah umur baik laki-laki maupun perempuan berbaur di warnet hingga larut malam. Bahkan ada yang berhari-hari menghabiskan waktu di warnet.

Mengingat perizinan warnet ada di tangan Pemerintah Kota Batam, maka Kapolres meminta Pemko Batam tak sekadar memberikan izin. Tapi harusnya diikuti dengan pengaturan jam buka, termasuk pengunjung warnet yang harus dibatasi untuk anak-anak di bawah umur.

“Untuk keamanan, semuanya harus bertanggung jawab. Saya selalu ingatkan Pemerintah untuk mengawasi warnet seperti ini,” tegasnya.

Menurutnya, keberadaan anak di warnet juga bisa membahayakan keselamatan. Apalagi, di dalamnya banyak ditemukan pria dewasa maupun anak-anak putus sekolah, anak-anak perokok dengan berbagai tingkah dan bahasa yang tak baik untuk anak-anak.

“Banyak dampak negatif jika anak sudah malam hari di warnet itu. Menyelamatkan generasi itu bukan hanya tanggungjawab polisi, tapi tanggungjawab bersama,” tegas Kapolres.

Sementara itu, belum lama ini, Pemerintah Kota Batam malah berencana memungut pajak atau retribusi dari warnet untuk menambah PAD. Padahal, hal yang paling mendesak adalah menertibkan warnet nakal yang membiarkan anak di bawah umur bermain games hingga larut malam. Bahkan, tak menutup kemungkinan sejumlah warnet menyediakan konten yang berbau pornografi. (opi/nur)

Respon Anda?

komentar