Kepri Kalah, Kalimantan Barat Jadi Tuan Rumah Pesparawi 2018

808
Pesona Indonesia

Pesparawi-Kepribatampos.co.id – Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) Pesparawi oleh penyelenggara Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) XI di Ambon menghasilkan bahwa tuan rumah pelaksanakan Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) ke XII 2018 mendatang dilaksanakan di Pontianak, Kalimantan Barat.

Pupus sudah harapan Batam, Kepulauan Riau untuk menjadi tuan rumah. Pemilihan ini diadakan lewat voting 34 LPPD provinsi dan 3 LPPN. “Kepri kalah tiga suara dari Kalimantan Barat,” ujar Ketua Kontingen Pesparawi Kepri, Wirya Putra Silalahi, Jumat (9/10) sekitar pukul 18.05 WIT setempat.

Disela Munas yang berlangsung di gedung Christian Centre Ambon ini berlangsung seru. Dalam voting, Kalbar menang 19 suara, disusul Kepri 16 suara.

Selain Kepri dan Pontianak, Manado dan Papua juga sangat berminat menjadi tuan rumah Pesparawi Nasional 2018 mendatang. Namun dalam voting kompetisi paduan suara tiga tahunan ini, masing-masing provinsi tersebut hanya mendapat satu suara.

Sementara pagi hari kemarin, dalam presentasi Munas Pesparawi XI ini, Asisten II Pemprov Kepri turut mendampingi panitia mempresentasikan Kepri layak menjadi tuan rumah Pesparawi. Alasannya karena Kepri sebagai provinsi yang layak diperhitungkan dalam kehidupan rukun dalam perbedaan serta Kepri yang sebelumnya juga sukses menjadi tuan rumah pelaksanaan MTQ Nasional 2014 lalu.

“Ada maksud Tuhan di balik semuanya ini. Kami sudah berusaha¬† tetapi Tuhan berkehendak yang lain,” ujar Anggota Lembaga ARAS Kepri, Pendeta Agripa Selly.

Ketua Kontingen Kepri, Wirya Putra Silalahi mengatakan, sebenarnya Kepri dalam presentasi Munas sudah tampil maksimal.

” Sudah sangat mantap presentasinya yang dibawakan pak Samsul Bahrum yang didampingi ketua DPRD provisinsi Jumaga Nadeak, dan anggota DPD RI Kepri Jasarmen Purba dan ketua kontingen dan LPPD Kepri, tapi orang DKI, sekjen LPPN dan kalbar sendiri mengingatkan komitmen Munas 2012 yang merekomendasi Kalimantan Barat sebagai tuan rumah,” ujar Wirya.

Dalam pelaksanaan Munas itu sendiri, Kalimantan Barat dalam presentasinya juga menjelaskan bahwa dalam setiap kesempatan, mereka sudah sosialisasi hingga ke desa-desa di Kalbar bahwa mereka siap menjadi tuan rumah Pesparawi 2018.

“Semoga ini menjadi komitmen bersama dan menjadi keputusan bersama di 2018 mendatang. Ada rencana indah mengapa ini terjadi,” jelas Wirya diplomatis.

Sementara itu, Ketua PGI wilayah Kepri, Pr Pendeta David Farel Sibuea mengatakan kalahnya Kepri tiga suara dari Kalimantan Barat harus disikapi dengan bijak dan solid.

“Kepri harus lapang dada mengenai keputusan bersama di Munas. Kalah, Berarti belum rencana Tuhan untuk Kepri,” ujarnya.

Sebelumnya Lembaga ARAS gereja Kepri sudah berusaha mendapatkan dukungan dari pemerintah Kepri dan turut mendukung. Demikian juga Para pejabat Pemprov Maluku yang menjamu Kepri selama Pesparawi berlangsung, diantara Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Rose Far Far dan Kabiro Administrasi Abdul Manaf Laimena turut mendukung, namun Kepri hanya menang voting di posisi ke 2 setelah Kalimantan Barat. (cha/bpos)

Respon Anda?

komentar