Sabu Senilai Rp 4 Miliar Disembunyikan di Hutan Pulau Panjang Belakangpadang

1095
Pesona Indonesia
Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery menggiring pengedar sabu Mz ke lokasi penyimpanan sabu di hutan Pulau Panjang. Foto: Yofi Yuhendri
Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery menggiring pengedar sabu Mz ke lokasi penyimpanan sabu di hutan Pulau Panjang, Belakangpadang. Foto: Yofi Yuhendri

batampos.co.id – Satuan Narkoba Polresta Barelang menangkap tiga tersangka jaringan pengedar sabu di Batam. Mereka adalah Rj, Mz dan Ai. Dari tangan tersangka ini polisi mengamankan sabu seberat 3,5 kg kualitas nomor satu senilai Rp 4 miliar.

Sabu itu didapatkan dari Mz. Tersangka menyimpan sabu itu di hutan Pulau Panjang, Belakangpadang. Tersangka memasukkan barang haram itu ke dalam plastik hitan, lalu dikubur dalam tanah di pulau tersebut sambil mencari pembeli.

“Benar, pemilik barang (Mz) kita amankan di wilayah Sekupang. Kita lakukan pengembangan hingga didapatkan barang bukti,” kata Kapolresta Barelang, Kombes Asep Safrudin, Jumat (9/10) siang di Mapolresta Barelang.

Asep menambahkan para tersangka di amankan pada waktu dan lokasi yang berbeda. Rj diamankan di wilayah Batamcentre pada 27 September, sementara Ai diciduk di wilayah Jodoh pada 8 September.

“Tersangka ini (Rj dan Ai) mendapatkan barang dari Mz. Mz sendiri memasukkan barang melalui pelabuhan tikus,” terang Asep.

Asep menambahkan para tersangka akan mendapatkan upah senilai Rp 200 Juta untuk penjualan seluruh sabu. Seluruh barang haram tersebut rencananya hanya diedarkan di wilayah Batam.

“Kita masih melakukan pengejaran terhadap pengedar lainnya. Termasuk bandar yang berada di Malaysia,” tegas Asep.

Tersangka Mz menunjukkan sabu yang ia simpan di hutan Pulau Panjang, Belakangpadang. Foto: Yopi/batampos
Tersangka Mz menunjukkan sabu yang ia simpan di hutan Pulau Panjang, Belakangpadang. Foto: Yopi/batampos

Batam Pos (grup batampos.co.id) sempat mengikuti proses pencarian barang bukti yang disimpan tersangka di Pulau Panjang. Perjalanan laut dari Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS) membutuhkan waktu setengah jam.

Di pulau itu hanya terdapat satu rumah tua. Rumah berwarna biru itu tampak sudah lapuk. Di sana Mz hidup sebagai nelayan. Sementara, lokasi penyimpanan sabu itu berjarak sekitar 200 meter dari rumah terasangka.

Pencarian yang dipimpin Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Heri itu langsung menyisir ke dalam hutan. Ia bersama belasan anggotanya mengikuti jalan setapak hingga menemukan lokasi penimbunan sabu.

“Saya buat tandanya pohon besar. Lalu tepat di bawahnya saya simpan ke dalam tanah,” aku Mz.

Dari pengakuan Mz, profesinya sebagai pengedar sabu baru dilakukan selama 1 bulan. Menurutnya, pendapatan sebagai nelayan tak bisa mencukupi kebutuhan hidupnya.

“Baru sebulan ini saya edarkan,” kata Mz.

Kapolresta Barelang Kombes Asep Safrudin (ke tiga dari kiri) didampingi Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery (dua dari kiri) saat ekspose tangkapan Narkoba jenis sabu di kantor Polrest Barelang, Jumat (9/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Kapolresta Barelang Kombes Asep Safrudin (ke tiga dari kiri) didampingi Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Suhardi Hery (dua dari kiri) saat ekspose tangkapan Narkoba jenis sabu di kantor Polrest Barelang, Jumat (9/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

Ia menjelaskan untuk mendapatkan barang haram itu selalu menuju Malaysia melalui pelabuhan tikus. Sesampai di Malaysia, ia hanya menuju pantai yang biasa ditentukan sang bandar.

“Saya nyampai sana langsung ambil barang. Siapa yang ngasih (sabu) saya juga tak kenal,” terangnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polresta Barelang. Suhardi Hery mengatakan barang haram yang diedarkan tersangka memiliki kualitas tinggi.

“Ini sabu paling berkualitas. Kita masih melakukan pengembangan untuk pengedar lainnya,” tegas Suhardi.

Atas perbuatannya tersangka dijerat Pasal 112 Jo 114 KUHP tentang narkotika dengan ancaman 5 hingga 20 tahun kurungan penjara. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar