Pelajar masih Ada yang Bawa Kendaraan ke Sekolah, Disdik: Mana Peran Orangtua?

415
Pesona Indonesia
Siswa dan siswi SMAN 1 Sekupang ke sekolah menggunakan sepeda motor dan mobil, Rabu (7/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Ilustrasi. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin menyatakan telah mengintruksikan larangan para siswa membawa kendaraan sendiri ke sekolah. Namun, larangan itu tak akan efektif jika tak dibarengi peran serta orangtua. Mengingat, hingga kemarin masih ditemukan di beberapa ruas jalan, siswa mengendarai sendiri kendaraan ke sekolah.

“Makanya itu juga tergantung peran dan kesadaran orangtua, toh itu demi keselamatan anak-anak mereka sendiri kok,” kata Muslim Bidin, kemarin.

Pantauan Batam Pos pada Sabtu (10/10) pagi kemarin, beberapa siswa tampak mengendarai motor berboncengan. Itu terlihat di sekitar wilayah Batuampar dan juga Batamcenter.

Menanggapi itu, Kepala Dinas kembali mengingatkan pentingnya peran orangtua untuk melarang anaknya membawa sendiri kendaraan ke sekolah. Bukan tanpa alasan, Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Disdik Batam memberlakukan kebijakan itu lantaran menilai anak-anak usia sekolah berpotensi jadi korban kejahatan jalanan maupun resiko kecelakaan. Karena itu, lagi-lagi Muslim menagih peran orang tua untuk turut berkomitmen menjamin keamanan dan kenyamanan para siswa mulai dari berangkat sekolah hingga kembali ke rumah masing-masing.

“Menjalankan itu bukan hanya seruan pemerintah, tapi semua pihak, termasuk sekolah dan juga orangtua,” tegas Kepala Dinas.

Sementara untuk memperkuat kebijakan itu, Disdik sudah mengintruksikan kepada seluruh kepala sekolah se-Batam untuk memasukkan larangan terusebut dalam bentuk tata tertib sekolah.

“Mereka sudah kami suruh rapat, dengan internal, masukkan ke tata tertib dan juga dengan mengundang orangtua, agar menyampaikan tujuan aturan ini agar anak-anak selamat,” kata dia.

Muslim juga menyebut, sosialisasi ini akan disampaikan ke masyarakat hingga enam bulan kedepan agar semua pihak sadar dan turut berperan aktif demi menjamin keselamatan anak-anak.

Selain mensosialisasikan peraturan itu, Disdik telah mengintruksikan kepala sekolah untuk membantu para siswa mencarikan transportasi berkelompok atau carteran. Selain lebih murah, kata ia, keselamatan dan keamanan anak akan terjamin.

“Kalau pemerintah dipaksa menyiapkan transportasi kan tidak mungkin karena ada sekolah yang hingga masuk dan hanya bisa dimasuki oleh mobil Carry,” kata dia.?

Kepala Dinas juga meminta orangtua agar proaktif mencarikan angkutan yang baik dan terjamin bagi anak-anaknya. Bagi yang tinggal dalam satu kawasan, dapat mencarter secara bersama-sama.

“Silahkan saling berkoordinasi, antara orangtua dan guru, agar bisa ketemu solusi bersama yang dibutuhkan,” pungkas dia. (rna)

Respon Anda?

komentar