PGRI Minta Polisi Tangkap Pembunuh Nia

405
Pesona Indonesia
NIa, saat masih hidup. Foto: facebook Nia
NIa, saat masih hidup. Foto: facebook Nia

batampos.co.id – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Batam mengecam keras pelaku kejahatan dan kekerasan terhadap anak yang kerap terjadi di Batam akhir-akhir ini. Salah satunya kasus pembunuhan Dian alias Nia, siswi SMAN1 Batam. Mereka meminta polisi terus mengusut dan menangkap pelaku kejahatan.

“Aksi kekerasan terhadap siswa sekolah yang juga disertai pembunuhan ini sangat brutal. Saya sangat menyesalkannya dan mengutuk keras. Kita berharap polisi segera mengusut dan menangkap pelaku,” ujar Ketua PGRI Batam, Rustam Efendi.

Menurut Rustam, perbuatan ini sudah termasuk kejahatan yang luar biasa dan pelakunya dihukum seberat-beratnya. “Kasus yang terjadi pada siswi SMAN 1 Batam dan kejadian-kejadian pembunuhan yang lain, pantasnya pelakunya dihukum mati,” ujar Rustam.

Kepada orangtua siswa, ia juga berpesan agar terus menjaga dan lebih memperhatikan aktifitas anak. Sekolah pun juga dituntut lebih ekstra. “Intinya ini adalah peran semua pihak untuk menciptakan rasa aman di Batam,” tutur Rustam lagi.

Ia menambahkan, slogan anti kekerasan merupakan salah satu upaya untuk memberikan perlindungan. Kekerasan anak ini harus memiliki perhatian yang khusus, konsisten dan bertahap dalam penyelesaiannya. Jangan sampai kejadian ini kembali terulang.

“Kekerasan terhadap anak sama saja kejahatan merusak generasi penerus bangsa. Bukan hukuman saja yang harus ditegakkan tetapi anti kekerasanya harus dijalankan. Kita dari PGRI sangat menyesalkan kejadian yang sangat menyedihkan tersebut,” katanya.

Nia ditemukan tewas pada Ahad (27/9) di hutan Seiladi Batam. Ia dinyatakan hilang pada Sabtu (26/9) malam. Ahad hari ini tepat dua pekan tewasnya Nia, namun pelaku belum juga tertangkap.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan, Muslim Bidin mengaku akan terus memantau perkembangan siswa. Salah satunya dengan surat edaran 1497/419/DISDIK/X/2015 yang melarang siswa yang belum memiliki sim untuk membawa kendaraan ke sekolah.

Selain itu, yang menjadi instruksi Disdik kepada sekolah-sekolah di Batam ialah, Disdik meminta seluruh kepala sekolah agar memeriksa telefon seluler (HP) milik siswa dan memastikan tidak ada gambar atau video yang membahayakan mentalitas siswa. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar