Waspada! Penipuan Berkedok Mencarikan Pekerjaan di Batam

328
Pesona Indonesia
Pencari kerja antre saat bursa kerja dibuka 2014 silam di Politeknik Negeri Batam. Foto: dok.polibatam.ac.id
Pencari kerja antre saat bursa kerja dibuka 2014 silam di Politeknik Negeri Batam. Foto: dok.polibatam.ac.id

batampos.co.id  -Sulitnya mencari pekerjaan saat krisis saat ini dimanfaatkan oleh sejumlah orang untuk menipu. Mereka memanfaatkan pencari kerja dengan menjanjikan bisa mengusahkan bekerja di perusahaan tertentu dengan membayar sejumlah uang.

Di Batam, sudah ada tujuh orang warga Sagulung menjadi korban. Para korban ini dijanjikan akan dipekerjakan di perusahaan Mukakuning dan Tanjunguncang, asalkan membayar uang muka Rp 2 Juta.

Timbul Sirait, salah seorang korban mengatakan ia membayar uang muka Rp 2,8 Juta kepada seorang wanita bernama Melin. Wanita ini mengaku akan membantunya bekerja di perusahaan di Mukakuning.

“Saya telah menyerahkan lamaran dan uang. Saya dijanjikan lima hari lagi dipanggil, tapi sudah tiga minggu  saya tak dipanggil-panggil,” katanya di Mapolsek Sagulung.

Hal senada disampaikan Raja Untung Manurung. Ia juga menyerahkan lamaran dan uang senilai Rp 2, 1 juta kepada Melin agar bisa bekerja kawasan industri Mukakuning.

“Sudah dua minggu menunggu tapi tidak juga di panggil,” gerutunya.

Sementara Melin yang disebut sebagai calo pencari pekerjaan itu mengaku hanya menjadi korban dari wanita berinisial LN. Ia hanya mempunyai tugas mencari para pencari pekerjaan dan mendapat imbalan Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu per orang.

“Yang punya kerjaan itu LN. Saya hanya membantu dia,” ungkap warga Perumahan Taman, Sagulung ini.

Ia mengaku sudah mengenal LN selama setahun belakangan. Bahkan, setelah menerima uang Rp 10,2 Juta dari Melin, keberadaan LN tak diketahu dan ponselnya hingga kini tak aktif.

“Sekarang nomor hapennya sudah nggak aktif. Kalau rumahnya saya gak tau,” ujarnya. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar