Pembunuh Bos Tempat Hiburan di Batam Diduga Sopir Sendiri

768
Pesona Indonesia
Bar Milik Ros Duha di Sintai. Foto: Dalil Harahap/batampos
Bar Milik Ros Duha di Sintai. Foto: Dalil Harahap/batampos

batampos.co.id – Penyelidikan kasus pembunuhan Ros Duha, pemilik salah satu tempat hiburan di lokalisasi Telukpandan, Sintai, mengarah ke sopir korban berinisial Ha. Pasalnya, sebelum dilaporkan hilang, orang terakhir bersama Ros adalah Ha.

Informasi yang dihimpun Batam Pos, Ha sempat menjemput Ros di kediamannya di Perumahan Putra Jaya Blok C No 29-30 Tanjunguncang, Batuaji, pada Selasa (6/10) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Ha saat itu tak sendiri, ia bersama rekannya Sk.

Putri Ros, Delita tak menaruh curiga malam itu. Pasalnya, Ha adalah orang yang selama ini menjemput ibunya itu dari dan ke tempat usahanya. Delita baru gelisah setelah pukul 24.00 WIB, ibunya tak kunjung datang.

Penasaran, Delita mengontak hape ibunya, namun tidak ada jawaban. Hati Delita sempat tenang ketika pukul 01.00 WIB datang mobil ibunya yang dikendarai oleh Ha, sang sopir.

Namun perasaan lega itu langsung lenyap begitu melihat yang datang hanya sopir ibunya, Ha. Saat Delita menanyakan keberadaan ibunya, Ha bersama temannya Sk. Namun Ha mengatakan ibunya sudah tidur sehingga pagi hari baru ia jemput.

Saat itu, Delita belum menaruh curiga. Baru sekitar pukul 03.00 WIB, ia cemas bukan kepalang. Pasalnya, saat mencoba menghubungi kembali nomor ponsel ibunya, sudah tidak aktif lagi. Ini berbeda dengan kebiasaan ibunya yang selalu mengangkat telepon darinya kapan pun ia menelepon. Ibunya juga jarang mematikan hape.

Rabu pagi (7/10) sekitar pukul 06.00 WIB, Delita akhirnya ke rumah ibunya di Perumahan Putra Jaya. Namun ternyat ibunya tidak ada di rumah itu. Curiga terjadi sesuatu, Delita langsung melaporkan hal  ini ke Polsek Batuaji.

Cerita Delita ini bersesuaian dengan apa yang dikatakan Laode, Tokoh Masyarakat Teluk Pandan.

”Keluarga menelepon Ha menanyakan Ros Duha. Ha bilang majikannya tidur di katering,” ujar Laode saat melayat ke rumah Duka, Batubatam, Baloi, Minggu (11/10).

Menurut dia, alasan pelaku yang mengatakan Rosduha menginap di tempat katering dipercaya keluarga. Namun, pagi harinya, Rabu (7/10), keluarga memiliki firasat buruk. Sebab, Ha yang bertugas mengantar cucu Rosduha ke sekolah datang lebih awal ke Sintai sekitar pukul 06.00 WIB. Padahal di hari biasa, Ha selalu menjemput pukul 06.30 WIB.

”Ha masih sempat datang dan mengantar cucu korban ke sekolah. Anehnya, dia datang lebih awal, tak seperti biasanya,” jelasnya.

Karena perasaan tak enak, keluarga menghubungi handphone (hape) Ros Duha sekitar pukul 07.00 WIB. Namun ponsel wanita berperawakan sedang itu tak aktif. Keluargapun langsung menghubungi nomor Ha yang masih aktif. Ha menjawab telepon dan mengatakan majikannya sedang belanja di Pasar Pagi Jodoh.

”Ia bilang korban sedang belanja dan mungkin hapenya habis baterai. Ha juga bilang tak bisa memberikan hapenya kepada korban karena posisinya sedang jauh dari korban,” terang Laode.

Kecurigaan keluarga makin besar ketika kembali menghubungi hape Ha yang baru beberapa bulan bekerja dengan Ros Duha sebagai sopir. Namun Ha tak mengangkat telepon dan langsung mematikan hapenya ketika dihubungi lagi.

”Keluarga sudah tanya di tempat katering, ternyata korban tak menginap di sana. keluarga langsung membuat laporan kehilangan ke Polsek,” beber Laode lagi.

Usai membuat laporan, keluarga korban langsung menyisiri seluruh sudut Kota Batam. Mereka pun mendapat titik terang ketika menemukan mobil pribadi Ros Duha, Toyota Rush hitam BP 1868 DP diparkir di areal Parkir Inap Bandara Hang Nadim Batam. Kondisi luar mobil saat itu tampak kotor dengan lumpur.

”Keluarga langsung menghubungi polisi. Mobil itu dibawa ke Polsek Sagulung. Di sana, mobil diperiksa dan ternyata dalamnya juga berantakan,” jelas Laode. (she/ska/cr14/rng)

Respon Anda?

komentar