Penyebab Kebakaran di Vihara Cetya Tri Dharma Diduga Hubungan Arus Pendek

538
Sejumlah petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan apai yang membakar Vihara Cetya Tri Darma Winsor, Minggu (11/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan apai yang membakar Vihara Cetya Tri Darma Winsor, Minggu (11/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Rumah berlantai dua yang juga merangkap sebagai Vihara Cetya Tri Dharma di jalan Teratai Blok IV no 10 rt/rw 03/03 Batu Selicin, Lubukbaja, dilalap sijago merah, Minggu (11/10) sekitar pukul 17.00 WIB. Tak ada korban jiwa dalam kebakaran, namun kuat dugaan api berasal dari kosleting listrik.

Suasana sore di jalan tanjakan samping Tua Pek Kong, Windsor mendadak riuh. Suara sirene mobil pemadam kebakaran menjadi pusat perhatian warga sekitar. Ternyata mobil tersebut berhenti di salah satu rumah warga yang tengah dilalap si jago merah. Beberapa petugas dengan sigap mengambil selang dan menaiki lantai dua yang menjadi sumber api.

“Tadi pemilik rumah teriak-teriak minta tolong, rumahnya terbakar,” kata Edi warga sekitar.

Sogwan, pemilik rumah terlihat pasrah menyaksikan rumahnya dengan cepat dilalap sijago merah. Saat itu, ia hanya mengenakan celana pendek tanpa penutup badan bagian atas.

“Saya mencium bau terbakar, dan saya bilang ke istri. Dan kami keluar,” ujar pria yang rambutnya sudah memutih ini.

Sogwan mengaku tak tahu persis apa yang menjadi penyebab rumahnya bisa terbakar. Yang jelas, bau terbakar berasal dari dalam kamarnya. “Tak tahu apa, tiba-tiba sudah bau menyengat dan ada asap,” terang dia lagi.

Sementara itu, Santi anak dari Sogwan hanya bisa ikhlas ketika rumah orang tua dan juga tempat tinggalnya terbakar. Ia berharap, masih ada barang di lantai dua yang bisa diselamatkan pasca kebakaran. Menurutnya, lantai dua bangunan tersebut difungsikan sebagai rumah, dan sebagian lantai dasar sebagai vihara milik ayahnya.

“Saya tak tahu persis bagaimana kejadian. Soalnya saya lagi diluar dan tadi ditelpon mama, katanya rumah terbakar. Makanya saya pulang,” terang Santi.

Dilanjutkan Santi, di lantai dua yang menjadi tempat tinggal terdapat banyak perabotan rumah tangga dan elektronik. “Ada perhiasan dan uang. Namun kita simpan dalam boks, mudah-mudahan selamat,” harap Santi yang saat itu mengendong anaknya. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar