Walikota Batam Raih Anugerah Sagang 2015

477
Pesona Indonesia
Buku-Sejarah-Melayu-1-F-Cecep-Mulyana
Walikota Batam Ahmad Dahlan menunjukan bukunya berjudul Sejarah Melayu. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Buku Sejarah Melayu karya Dr Ahmad Dahlan, yang juga Walikota Batam dianugerahi penghargaan Anugerah Serantau sempena Anugerah Sagang 2015.

Ini bukan sesuatu yang baru, jika penerima Anugerah Serantau Pilihan Sagang jatuh kepada non-person. Untuk kategori ini, sebelumnya Anugerah Sagang pernah diberikan kepada Yayasan Panggung Melayu (Jakarta) dan Surya TV (Singapura)

Tim penilai Anugerah Sagang 2015 menepati janjinya untuk menetapkan para penerima anugerah bergengsi di bidang budaya dan seni tertinggi di bumi Melayu tajaan Riau Pos dan Yayasan Sagang yang rutin terselenggara hingga tahun ke-20 kali ini.

Istimewanya lagi, di pelaksanaan yang ke dua dasawarsa ini, juga kembali ditetapkan para penerima Anugerah Sagang Kencana. Penghargaan yang diberikan kepada seniman, budayawan yang dedikasi mereka dinilai telah mampu menembus batas–batas lazim berkesenian. Anugerah ini hanya akan diberikan pada waktu yang spesial.

Dimulai tahun 2010 lalu ketika tepat 15 tahun Anugerah Sagang, anugerah ini diberikan kepada orang-orang terpilih yang sudah mendedikasikan dirinya, pemikirannya, serta karyanya untuk kemajuan kebudayaan Melayu.

Seperti diperkirakan sebelumnya, tim penilai Anugerah Sagang 2015 harus melewati pembahasan dan perdebatan yang alot pada rapat penilaian akhir, Sabtu (10/10) di Graha Pena Riau, Pekanbaru. Tim penilai sedikit kesulitan untuk membuat keputusan. Karena, pada beberapa kategori, nilai masing-masing nominator berimbang. Karenanya, tak jarang tim penilai melakukan voting untuk menentukan siapa penerimanya.

Rapat penentuan yang berlangsung hampir lima jam sejak bakda zuhur itu, tak hanya menilai berdasarkan skor, juga diwarnai perdebatan, saling mengutarakan argumen dari masing-masing anggota tim penilai, dengan mengemukakan referensi dan pertimbangan lainnya.

‘’Memang selalu begitu, dinamika penilaian atas nominator Anugerah Sagang berlangsung hangat, argumentatif dan seru. Dari tahun ke tahun, penilaian semakin ketat dan perdebatannya juga lebih hidup,’’ kata H Rida K Liamsi, penanggungjawab tim penilai, yang juga penggagas Anugerah Sagang ini.

Melalui penyaringan dan penilaian tahap akhir ini, akhirnya tim penilai menghasilkan para penerima anugerah tersebut. Untuk kategori seniman/budayawan Pilihan Sagang, tim penilai memilih Husnu Abadi. Sastrawan yang juga akademisi ini, harus bersaing ketat dengan Junaidi Syam, budayawan dan peneliti yang tunak, serta musisi Rino Dezapati. Bahkan, setelah penentuan skor, ternyata nilai Husnu Abadi dan Junaidi Syam berimbang, sama persis.

‘’Dewan juri akhirnya memutuskan untuk memilih Husnu Abadi. Pada penentuan skor, nilainya memang sama dengan Junaidi Syam. Namun melalui perdebatan panjang tim penilai, akhirnya kita memilih sastrawan yang juga ahli hukum Tata Negara ini,’’ kata Rida, yang juga Chairman Riau Pos Group ini.

Untuk kategori buku, juga terjadi persaingan ketat. Pilihan Sagang akhirnya tertuju pada buku Bahtera, sebuah buku kumpulan puisi karya Ahmad Ijazi Abdullah. Skor yang didapatkan pun tak bertaut jauh dengan penilaian angka yang didapatkan lima nominator lainnya, terutama dengan buku Cerita-cerita Jenaka YONG DOLLAH, Orientasi Kelisanan dalam Proses

Penciptaan dan Resistensi Budaya Orang Melayu (Marhalim Zaini) dan buku Benda Cagar Bidaya Bergerak; Rokan Hulu (Junaidi Syam dan Yusri Syam).

Perdebatan sengit dengan mengeluarkan argumen serta segala referensi juga terjadi dalam menentukan penerima Anugerah Sagang untuk kategori Karya Non-Buku Pilihan. Di kategori ini tim penilai memilih karya dan kreativitas pada kegiatan senirupa PekanbaRuko, sebuah rangkaian pameran dan dialog serta edukasi melalui unjuk-karya para seniman kartun Riau yang tergabung dalam Sikari. Kegiatan senirupa yang satu ini memang mulai bergairah di Riau dan diharapkan Anugerah Sagang dapat lebih memicu dan memacu kreativitas di bidang ini.

Sedangkan kategori Institusi/Lembaga Seni Budaya Pilihan Sagang, tim penilai memilih Sanggar Bathin Galang dari desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai penerima anugerah. Satu-satunya nominator dari luar Pekanbaru ini, ternyata sudah tiga kali berturut-turut menjadi nominator untuk kategori ini. Sanggar seni ini tunak dalam mengangkat hal-hal yang benar-benar unik dari daerah, namun memiliki getaran yang kuat dalam aktivitasnya, menjangkau jauh ke luar desanya.

Lima Penerima Anugerah Sagang Kencana

Di tahun ke-20 penyelenggaraan kali ini, Anugerah Sagang memang benar-benar spesial. Selain helatnya untuk pertama kali digelar di ruang terbuka pada pelataran depan Gedung Graha Pena Riau, juga kembali akan memberikan penghargaan khusus kepada orang pilihan pula, yakni Anugerah Sagang Kencana.

Mereka yang menerimanya adalah seniman/budayawan yang memang telah melampaui batas kesenimanan seniman biasa. Mereka dinilai telah mendedikasikan diri dan karyanya untuk kemajuan seni dan budaya Melayu.

Pada penganugerahan kali kedua ini, setelah yang pertama tahun 2010 lalu, Anugerah Sagang Kencana akan diberikan kepada lima seniman/budayawan yakni (almarhum) Ibrahim Sattah (Sastrawan), almarhum Umar Umayyah Ali (Koreografer), dr H Tabrani Rab (budayawan), drh Chaidir (Budayawan) dan Eri Syahrial atau lebih dikenal sebagai Eri Bob (musisi).

Special achievement ini, menurut H Rida K Liamsi, hanya diberikan pada saat dan waktu tertentu. Jika yang pertama tahun 2010 lalu mengambil momen 15 tahun Anugerah Sagang, maka setelah momen 20 tahun sekarang ini, boleh jadi akan berlanjut pada ajang seperempat abad, pada lima tahun mendatang.

‘’Begitu juga sang penerima, harus spesial dan dinilai sudah melewati batas-batas lazim seniman yang ada,’’ kata Rida.

Tahun 2010 lalu, penerima Anugerah Sagang Kencana adalah Sutardji Calzoum Bachri, Soeman Hs, Amrun Salmon, OK Nizami Jamil, BM Syamsuddin dan M Yazid.

Acara Puncak 28 Oktober

Malam resepsi sekaligus prosesi penyerahaan Anugerah Sagang 2015 rencananya akan diselenggarakan padatanggal 28 oktober 2015 mendatang. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya yang lazimnya digelar di dalam gedung, maka kali ini panitia menyiapkan acara khusus di ruang terbuka, tepatnya di pelataran depan Graha Pena Riau, di Jalan HR Soebrantas, Panam, Pekanbaru.

Menurut Ketua Yayasan Sagang Kazzaini Ks, sengaja dipilih nuansa yang berbeda karena memang pelaksanaan kali ini termasuk spesial. ‘’Ini adalah tahun yang ke-20 secara berturut-turut kami menyelenggarakan penyerahan Anugerah Sagang. Kita ingin ada nuansa berbeda dan itu di antara alasan panitia memilih pelaksanaannya di ruang terbuka. Mudah-mudahan cuaca mendukung nantinya,’’ harap Kazzaini.

Sebelum puncak helat Anugerah Sagang 2015 ini, di tempat yang sama juga akan diresmikan Tembok Puisi pada tanggal 17 Oktober 2015 mendatang. Pada Tembok Puisi yang rencananya diberi nama

‘’Madah Poedjangga’’ ini akan terpahat puisi-puisi karya seniman, sastrawan dan budayawan Riau yang sudah menghasilkan karya-karya gemilang dan terbilang. (zar/rpg)

Respon Anda?

komentar