BI: Ekspor Kapal Batam Turun Sejak Lima Tahun Terakhir

689
Pesona Indonesia
KAPAL Elnusa Samudra 8 bersiap dilepas dari dermaga PT Bandar Abadi Shipyard, Selasa (5/5/2015). Kapal berkonsep eco green merupakan yang pertama di Indoensia. Foto: Ahmadi Sultan/Batam Pos
KAPAL Elnusa Samudra 8 bersiap dilepas dari dermaga PT Bandar Abadi Shipyard, Selasa (5/5/2015). Kapal berkonsep eco green merupakan yang pertama di Indoensia.
Foto: Ahmadi Sultan/Batam Pos

batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Kepri mencatat, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, kontribusi kapal dan konstruksi terapung terhadap total ekspor cenderung terus menurun dipengaruhi oleh krisis di Timur Tengah dan penurunan pesanan kapal pengangkut hasil tambang pasca diberlakukannya Undang-undang (UU) Minerba.

Padahal, perusahaan galangan kapal Batam menghasilkan kapal maupun konstruksi terapung dengan standar internasional dan kualitas yang baik. Sekitar 70 persen produk kapal Batam untuk ekspor, sedangkan 30 persen sisanya pesanan domestik.

“Sampai dengan semester II 2015, nilai ekspor kapal Batam sebesar 172,5 juta USD (2,3 triliun) atau mencapai 84,7 persen dari total nilai ekspor kapal nasional,” ujar Kepala KPw BI Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, Senin (1210).

Menurut Gusti, beberapa kendala yang dihadapi industri Batam antara lain ketergantungan pada bahan baku impor yang sangat tinggi karena minimnya industri pendukung domestik.

Hal serupa juga terjadi pada industri shipyard Batam. Kebutuhan bahan baku dan bahan pendukung industri shipyard masih sangat bergantung pada impor, dengan komposisi impor mencapai 70 persen dan bahan baku lokal atau domestik 30 persen.

Bahan baku yang diimpor berupa  plat besi (dari Tiongkok dan Ukraina), mesin-mesin kapal (dari Jepang dan Amerika Serikat), dan interior kapal.

“Tapi ada juga beberapa bahan baku dari domestik antara lain plat besi/baja, kabel, dan lain sebagainya,” jelas Gusti.

Sedangkan negara tujuan ekspor utama industri shipyard Batam yakni Singapura, dengan sumbangsih mencapai 57,9 persen pada 2014. Selain Singapura negara tujuan ekspor lainnya adalah Australia, Malaysia, Irak dan Eropa. (rna/bpos)

Respon Anda?

komentar