Dilarangan Bawa Kendaraan ke Sekolah, Angkutan Sekolahnya Mana????

635
Pesona Indonesia
Sejumlah pelajar masih menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah, Senin (12/10). Belum adanya angkutan pelajar dan tak adanya jaminan keamanan di angkutan umum membuat aturan Disdik itu menyusahkan pelajar  Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Sejumlah pelajar masih menggunakan kendaraan pribadi ke sekolah, Senin (12/10). Belum adanya angkutan pelajar dan tak adanya jaminan keamanan di angkutan umum membuat aturan Disdik itu menyusahkan pelajar Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id РPelajar di Batam, khususnya sekolah menengah atas (SMA), menolak kebijakan larangan membawa kendaraan ke sekolah yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota  Batam. Kebijakan itu dinilai menghambat mereka ke sekolah.Apalagi di Batam tidak ada transportasi khusus untuk anak sekolah.

BACA JUGA: Larangan Membawa Kendaraan ke Sekolah Bukan Solusi Atasi Kejahatan

Tak hanya itu, penolakan juga didasari tidak adanya jaminan keamanan di angkutan umum, khususnya bagi pelajar perempuan. Apalagi di Batam 70 persen angkutan umum tak laik jalan.

“Pak Muslim Bidin (Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, red) harus tawarkan solusi konkret lah,” kata Rengga, salah satu pelajar SMA negeri di Batam, yang tak ingin nama sekolahnya disebutkan, Senin (12/10).

Baginya, kebijakan ini tak disokong dinas terkait lainnya. “Seperti tak ada koordinasi dengan Dishub untuk segera menyediakan transportasi untuk anak sekolah. Ini kebijakan terkesan sepihak saja,” ucapnya.

Para pelajar ini tak menampik kalau jalanan tak aman. Tak hanya dari aksi kejahatan jalanan, juga potensi kecelakaan. Terutama bagi pelajar kesal tiga SMA yang rata-rata pulang sore menjelang malam.

“Tapi mana kendaraan khusus pelajar?” tanyanya.

Hal sama diungkapkan oleh Dini, perempuan manis berjilbab ini mempertanyakan dasar kebijakan ini. Sebab menurutnya pemerintah hanya mengeluarkan larangan, tanpa tau akibat dari larangan ini.

“Saya kelas tiga, pulang sore. Karena harus mengikuti pemantapan pembelajaran. Lihat kondisi saat ini, ngeri-ngeri sedap pulang. Apalagi naik angkot, dengan kendaraan pribadi saja sudah rawan,” ujarnya.

Beda dengan Dini, Mira menuturkan angkutan umum di Batam tak memiliki rute yang jelas. Sehingga membuatnya, harus memutar jauh dulu bila balik dari sekolah ke rumahnya.

“Saya tinggal dipunggur, sekolah di sini (SMA 3, red). Tapi gak ada angkot langsung, harus mengambil beberapa kali angkot dulu,” tuturnya.

Ia tak mempermasalahkan saat pulang. Namun yang ia permasalahkan saat pergi ke sekolah. Ia membutuhkan waktu yang cukup lama untuk sampai ke sekolahnya.

“Naik motor, saya hanya perlu 15 menit. Semenjak larangan itu diberlakukan, saya butuh waktu lebih kurang satu jam ke sekolah. Jadi perjalananya lama di jalan,” ujarnya.

Baik Rengga, Dini, dan Mira, mereka semuanya cuma punya satu harapan. Bila dilarang membawa kendaraan, pemerintah harus perbaiki sistem transportasi di Batam.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan SMAN 3 Batam, Midianto mengatakan pihaknya sudah melaksanakan himbauan larangaan penggunaan kendaraan bermotor ke sekolah. Dimana selama tiga hari beruntun, para gura melalui pengeras suara memberitahukan adanya larangan itu.

“Selain itu kami juga telah menyurati orang tua murid, mengenai adanya larangan ini,” imbuhnya.

Semenjak kebijakan ini diberlakukan, menurutnya hanya beberapa siswa saja yang masih menggunakan kendaraan sendiri. Namun pihaknya masih belum memberikan hukuman, terhadap siswa yang melanggar itu.

“Sekarang tinggal 30 persen dari siswa yang bawa kendaraan,” sebutnya. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar