Goyah Juga Imanku Ketika Ingat Kematian Anakku…

355
Pesona Indonesia
Isna, ibunda Nia. Foto: Dalil Harahap/batampos
Isna, ibunda Nia. Foto: Dalil Harahap/batampos

batampos.co.id – Keberhasilan polisi menangkap pembunuh Rod Duha (48), pengusaha catering dan tempat hiburan, layak diancungkan jempol. Namun polisi masih punya pekerjaan rumah, pembunuh tiga wanita muda yang belum terungkap. Terutama pembunuh Dian Milenia Trisna Afiefa atau Nia, siswi SMAN 1 Batam, yang menyita perhatian publik.

Kedua orangtua Nia, masih berharap pelaku pembunuhan putrinya itu segera ditangkap. Bahkan ayah Nia, Bob Vages, sengaja berpuasa sampai pembunuh anaknya ditemukan.

“Ayahnya yang berpuasa dan baru akan berhenti kalau pelakunya sudah ditemukan,” ujar Isna, 42, ibu Nia, Senin (12/10)

Selain puasa, kata Isna, suaminya itu juga terus berdoa ketika salat agar proses pengungkapan kasus ini dimudahkan. “Ayahnya juga selalu salat hajat dan dhuha, minta petunjuk sama Allah,” kata Isna.

Meski sudah ikhlas, Isna mengaku masih sering sedih ketika mengingat mendiang putrinya itu. Terlebih jika mengingat kondisi jasad Nia yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

“Imanku bisa goyah kalau mengingat kejadian itu. Bapak juga bilang kita jangan sedih, karena Nia sudah masuk surga,” ujar Isna bercucuran air matanya.

Nia ditemukan tewas di hutan Seliladi pada Minggu (27/9) pagi. Ia dilaporkan hilang pada Sabtu (26/9) pagi. (cr14/bpos)

Respon Anda?

komentar