Gubernur Kepri Minta Dunia Kesehatan Siap Hadapi MEA

382
Pesona Indonesia
Pembukaan Rakerkesda ditandai dengan pemukulan gong oleh Penjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana.
Pembukaan Rakerkesda ditandai dengan pemukulan gong oleh Penjabat Gubernur Kepri, Agung Mulyana.

batampos.co.id – Pembangunan sektor kesehatan terus dimaksimalkan. Terlebih menyongsong diberlakukannya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) akhir tahun ini. Diharapkan dengan memaksimalkan sektor kesehatan, masyarakat akan lebih siap menyambut dan menyongsong MEA.

Penegasan tersebut disampaikan Agung Mulyana saat membuka secara resmi Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) 2015 Provinsi Kepulauan Riau di Hotel Allium Jodoh, Batam, Minggu (11/10) malam lalu.

Lebih jauh dijelaskan Agung Mulyana, pentingnya pembangunan bidang kesehatan 2016 yang harus disusun secara cermat, sebagai pondasi untuk menaruh arah kebijakan kesehatan yang tepat.

“Ini penting, sesuai Rencana Pembangunan Kesehatan Jangka Menengah Provinsi Kepri, pembangunan bidang kesehatan harus sesuai dengan arah kebijakan yang telah kita susun. Sehingga masyarakat kita di 2016 nanti, bisa menikmati pelayanan kesehatan sesuai dengan yang seharusnya,” jelas Agung.

Selain menyoroti persoalan pembangunan bidang kesehatan, Agung juga menekankan pentingnya peluang investasi di bidang alat kesehatan. Dan untuk peluang itu, Kepri memiliki nilai lebih,  guna menunjang peluang investasi tersebut.

“Salah satunya ketersediaan listrik murah yang bisa kita berikan,” Agung mencontohkan.

Di akhir sambutannya, Agung juga menekankan pentingnya efisiensi dana BPJS Kesehatan agar dana yang tersedia bisa benar-benar termanfaatkan untuk membantu kesehatan masyarakat. Pembukaan Rakerkesda ditandai dengan pemukulan gong oleh Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana.

Adapun Direktur Jendral  Bina Kefarmasiaan dan Alat Kesehatan Sekaligus Pembina Wilayah Kesehatan Wilayah Kepri Kementrian Kesehatan RI Maura Linda, menjelaskan, pemilihan tema kali ini, seiring dengan dinamika kesehatan di tingkat regional Asean yang terus berkembang. Bagi Provinsi Kepri, tema yang diambil juga sangat tepat. Karena daerah ini adalah wilayah yang berbatas dengan negara luar.

Maura Linda juga menyoroti agar persoalan pelayanan kesehatan yang senantiasa diberikan, agar bisa terus ditingkatkan. Termasuk, terus meningkatkan sumber daya manusia di bidang kesehatan.

“Sehingga muaranya, persoalan kesehatan seperti Kepri yang wilayahnya merupakan  lintas batas, pelayanan kesehatan bisa maksimal diberikan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjejep Mulyana, menjelaskan, Rakerkesda diharapkan bisa menjawab kompleksnya permaslahan kesehatan yang terus berkembang, mengikuti perkembangan zaman. “Saat ini memang permasalahan kesehatan terus berkembang dengan kompleks. Ini yang akan kita coba bahas dan cari solusi, guna mengatasi persoalan kesehatan tersebut,” ungkapnya.

Rakerkesda sendiri diikuti 128 orang dari perwakilan provinsi, kabupaten/kota dan juga pelaku kesehatan di Kepri. (suc/bpos)

Respon Anda?

komentar