Ini Motif Pembunuhan Ros Duha, Bos Tempat Hiburan di Sintai

844
Polisi dan petugas rumah sakit mengevakuasi mayat Rosduha (48) korban pembunuhan yang dibuang di Bukit Harimau, Patam Lestari, Sekupang, Sabtu (10/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Polisi dan petugas rumah sakit mengevakuasi mayat Rosduha (48) korban pembunuhan yang dibuang di Bukit Harimau, Patam Lestari, Sekupang, Sabtu (10/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Hingga Selasa (13/10) siang, dua tersangka pembunuh Ros Duha (48), bos catering dan tempat hiburan malam di Sintai, Hendra dan Silikun belum sampai di Batam. Padahal, rencananya, hari ini keduanya dibawa ke Batam dari Medan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Yoga Buanadipta mengatakan, jika hari ini belum sampai ke Batam, maka kedua tersangka itu paling lambat Rabu (14/10) sudah tiba di Batam.

“Rencananya besok (Rabu, 13/10). Saya sekarang masih di Jakarta,” ujar Yoga saat dihubungi tadi siang.

Lalu apa motif kedua pelaku menghabisi nyawa majikannya? Untuk sementara diduga motifnya ingin menguasai harta Ros. Pasalnya, uang 5.000 dolar Singapura atau sekitar Rp 50 juta (kurs Rp 10 ribu per dolar Singapura) raib. Bgeitu juga uang tunai Rp 2,8 juta.

Namun Kapolres Barelang Kombes Asep Safrudin masih enggan bicara banyak soal motif Hendra dan Silikum membunuh majikannya. “Nanti kalau kedua pelaku sudah di Batam kita tanya dia apa motif ia membunuh majikannya,” kata Asep.

Ros Duha ditemukan tewas di jurang Bukit Harimau Sekupang, Sabtu (10/10). Ia dilaporkan hilang pada Rabu (7/10).

Ros dieksekusi Hendra dan Silikun dengan cara menjerat leher Ros menggunakan tali pada Selasa malam (6/10) saat ia dijemput Hendra dan Silikun pada pukul 23.00 WIB.Ros juga dianiaya menggunakan benda tumpul.

Hendra dan Silikun masih sempat ke tempat usaha majikannya di Sintai pada pukul 01.00 dinihari. Bahkan Rabu pagi masih sempat mengantarkan cucu Ros ke sekolah. Setelah itu baru kabur ke Aceh melalui bandara Hang Nadim ke Medan.

Dari Medan keduanya bergerak ke Aceh namun berhasil ditangkap tim buser dari jajaran Polresta Barelang bekerjasama tim Polda Kepri dan kepolisian setempat. Hendra ditangkap Minggu (11/10) malam sementara Silikum ditangkap Senin (12/10). (coc/opi/ska)

Respon Anda?

komentar