Pasangan Aborsi yang Janinnya Disimpan di Kulkas Dipenjara 4 Tahun

506
Pesona Indonesia
Pasangan kekasih Didik Darmadi dan Daissy Erlia Nathasia saat menjalani persidangan, Senin (12/10). Foto: Anggie/batampos
Pasangan kekasih Didik Darmadi dan Daissy Erlia Nathasia saat menjalani persidangan, Senin (12/10). Foto: Anggie/batampos

batampos.co.id – Pasangan kekasih Didik Darmadi dan Daissy Erlia Nathasia yang pada persidangan lalu dituntut penjara 5 tahun oleh JPU Nurhasaniati, divonis 4 tahun penjara, denda Rp 60 Juta subsider 3 bulan penjara, pada persidangan, Senin (12/10) di PN Batam.

Keduanya terbukti bersalah dan didakwa dengan Pasal 80 ayat (3) dan (4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Jo Pasal 75 ayat (2) Jo Pasal 194 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, Jo Pasal 56 ke-(1) KUHPidana Jo Pasal 364 KUHPidana. Dakwaan tersebut turut diperkuat dengan keterangan saksi-saksi yang telah dihadirkan oleh JPU pada persidangan sebelumnya.

“Berdasarkan fakta persidangan dan saksi-saksi yang dihadirkan dalam persidangan sebelumnya, Majelis Hakim sepakat menjatuhkan pidana terhadap kedua terdakwa dengan masing-masing hukuman 4 tahun penjara, denda 60 juta, subsider 3 bulan kurungan,” ujar Ketua Majelis Hakim, Vera Yetti Simanjuntak.

Dari keputusan itu, dengan Majelis Hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Vera Yetti Simanjuntak, didampingi Hakim Anggota Syahrial dan Alfian, dinyatakan terima oleh kedua terdakwa dan JPU menyatakan pikir-pikir, karena putusan Majelis Hakim lebih ringan 1 tahun dari tuntutan Penuntut Umum.

Selanjutnya barang bukti yang mendukung dakwaan terhadap kedua terdakwa, masing-masingnya 2 unit mini bar hotel, kantong plastik, softcopy rekaman CCTV milik hotel kemudian dirampas dan dimusnahkan.

Diketahui, kedua terdakwa telah terbukti melakukan aborsi, dimana janin bayinya itu disimpan didalam mini bar hotel New Future kamar 102. Hal tersebut diakui terdakwa karena malu ketahuan mempunyai anak dari hubungan intimnya yang belum memiliki status pernikahan, sehingga sengaja melakukan aborsi tersebut.

Namun, setelah kedua terdakwa yang long stay di hotel itu tidak kembali, maka pihak hotel pun melakukan pemeriksaan kamar guna dibersihkan. Saat itulah ditemukan janin tersebut oleh pihak hotel dan kemudian melaporkannya ke pihak kepolisian hingga diseret ke meja hijau. (cr15/bpos)

Respon Anda?

komentar