WN Singapura Ini Segera Disidang Kasus Penjualan Besi Rp 36 Miliar

357
Pesona Indonesia
Kasi Pidum Kejari Batam, Ali Akbar. Foto: istimewa
Kasi Pidum Kejari Batam, Ali Akbar. Foto: istimewa

batampos.co.id – Penyidik Polresta Barelang akhirnya menyerahkan Koh Hock Liang, tersangka penggelapan penjualan besi Rp 36 miliar ke Kejaksaan Negeri Batam, Senin pagi (12/10). Warga negara Singapura ini pun terancam hukuman penjara empat tahun.

Kasi Pidum Kejari Batam, Ali Akbar mengatakan dengan penyerahan tersangka kepihaknya, maka secara tak langsungĀ  Koh Hock Liang menjadi tahanan Kejaksaan. Tak hanya itu, status pria keturunan Tionghoa ini juga berganti sebagai terdakwa.

“P21-nya sudah dari seminggu lalu. Dan hari ini tahap duanya, penyidik menyerahkan terdakwa dan barang bukti ke kita,” kata Ali di Kejari Batam.

Menurut dia, sesuai pasal yang disangkakan penyidik, Koh Hock Liang akan didakwa dengan pasal 372 KUHP dan pasal 378 KUHP tentang penggelapan. Berkas dakwaan Koh Hock Liang juga akan segera dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Batam, setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) melengkapi administrasi.

“Ancaman empat tahun penjara. Secepatnya kita limpah,” sebut Ali.

Diketahui Koh Hock Liang, Warga Negara Singapura dilaporkan oleh Komisaris PT EMR Indonesia, Teng Leng Chuan dengan tuduhan penggelapan hasil penjualan besi sebesar Rp 36 miliar lebih. Kemudian Koh Hock Liang mempraperadilkan Polresta Barelang karena melakukan penangkapan dan penahanan tidak sesuai prosedur.

Majelis Hakim PN Batam juga menolak permohonan praperadilan Koh Hock LiangĀ  melawan penyidik Polresta Barelang. Hakim tunggal yang memimpin persidangan menyatakan permohonan pemohon tidak berdasar lantaran ditujukan kepada instansi Kepolisian bukan kepada Kapolresta Barelang selaku penyidik.

Putusan penolakan permohonan praperadilan itu disampaikan Hakim Aroziduhu Waruhu dalam sidang yang digelar, Kamis (17/9) lalu. (she/bpos)

Respon Anda?

komentar