Hati-Hati..! Jambret di Batam Incar Penumpang Taksi

635
Pesona Indonesia
Ilustrasi jambret. Foto: merdeka.com
Ilustrasi jambret. Foto: merdeka.com

batampos.co.id -Turun dari taksi biasanya penumpang rata-rata lengah. Tas atau dompet masih dipegang setelah membawar ongkos. Nah, kesempatan seperti ini dimanfaatkan oleh kawanan jambret di Batam. Dengan cepat mereka merampas dompet dan barang berharga lainnya.

Selasa (13/10) kemarin, jambret dengan modus tersebut kembali terjadi di depan pasar Fanindo Batuaji, Batam. Korbannya Irmawati, 33, warga kampung Brendam RT 06 Rw 01 Tanjungriau. Pelaku memiliki ciri-ciri yang sama seperti pelaku sebelumnya.

Dikatakan Irma, dia hendak ke pasar Fanindo bersama ibunya  untuk berbelanja. Namun baru beberapa meter setelah turun dari taksi yang ditumpangi, penjambret menarik dompet yang dia pegang.

“Padahal baru sekitar sepuluh langkahlah jalan sehabis turun dari taksi, datang orang itu tarik dompet ku,” katanya sesaat setelah membuat laporan di Mapolsek Batuaji, Selasa (13/10) sore.

Kata Irma, dia sempat kaget dengan kejadian tersebut sehingga tidak sempat teriak dan hanya menangis, bahkan saking kagetnya tidak sempat plat nomor motor pelaku dihafal.

Akibat kejadian tersebut dia mengalami kerugian materi sebanyak Rp700 ribu serta kartu penting lainnya dibawa lari pelaku. Dia menuturkan beberapa orang yang melihat dia menangis membantu mengejar pelaku, namun sayang pelaku tidak terkejar.

“Dia (pelaku, red) dikejar sama orang-orang, tapi gak dapat. Pelakunya masuk ke arah pasar,” ujarnya.

Lanjut dia, sekilas terlihat raut wajah pelaku merupakan orang yang masih muda dan menggunakan motor matic warna merah. Ciri-ciri pelaku serta motor yang dipakai pelaku tersebut sama dengan penjambretan yang menimpa Nurlina,32, warga Perumahan Pluto Blok B Nomor 8 Jumat (9/10) lalu.

“Motornya jelas warna merah dan kayak orang masih muda sekali,” tambahnya.

Sementara itu salah satu warga yang ditemui di sekitar lokasi, Ramdan,25, mengatakan bahwa tempat tersebut memang rawan terjadi penjambretan. “Sudah sering memang di sini (depan fanindo, red),” tutur Ramdan. (cr13/bpos)

Respon Anda?

komentar