Pesona Indonesia
Wali Kota Batam Ahmad Dahlan (kanan) bersama Kadisnaker Batam Zaref. Foto: Johanes Saragih/batampos
Kadisnaker Batam Zarefriadi (kiri) bersama Wali Kota Batam Ahmad Dahlan. Foto: Johanes Saragih/batampos

batampos.co.id – Pembahasan upah minimum kota (UMK) Batam mulai bergulir Selasa (13/10) di kantor Disnaker Batam. Semua anggota dewan pengupahan dan perserikatan buruh turut menghadiri rapat perdana UMK 2016 ini.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam, Zarefriadi mengatakan pada rapat ini hanya menentukan tata tertib perundingan. Rapat selanjutnya dilanjutkan kamis, (15/10) agenda pemaparan indikator dari dinas dan instasi terkait dan tanggapan dari Apindo.

“Inikan baru agenda pertama. Semuanya berjalan baik dan tertib. Baik dari dewan pengupahan maupun serikat pekerja sama-sama memperlihatkan etikat baik dalam upaya kesepakan satu angka. Ini bentuk keseriusan mereka,” kata Zaref di kantornya.

Dewan pengupahan menyepakati beberapa hal yakni pertama pembahasan UMK harus dipimpin oleh ketua dewan pengupahan Batam yakni Kadisnaker. Apabila Kadisnaker berhalangan hadir, bisa diwakili oleh wakil ketua Dewan Pengupahan Kota (DPK) Kota Batam.

Selain itu, rapat pembahasan UMK hanya boleh diikuti oleh anggota DPK Batam sesuai surat keputusan Walikota Batam yang nama -namanya terlampir kecuali anggota DPK unsur pemerintahan jabatannya berubah. Rapat dilaksanakan di kantor Disnaker Batam.

Zaref mengaku, rapat dinyatakan Qourum apabila dihadiri minimal 50 persen ditambah 1 dari jumlah anggota dewan pengupahan Batam. Apabila unsur Quorum 50 persen ditambah 1 tidak terpenuhi setelah melakukan skorsing 2 kali dan rapat dilanjutkan.

“Keputusan rapat dilakukan berdasarkan musyawarah dan mufakat. Apabila tidak tercapai mufakat maka dilakukan pengambilan suara terbanyak,” sebutnya.

Selain anggota DPK, dilarang ikut atau berada dalam ruang rapat. Tatib berikutnya adalah keputusan rapat pembahasan UMK akan diumumkan pada rapat ketiga tepatnya pada 20 Oktober dengan pembahasan pandangan unsur pekerja dan usulan umk.

“Baru pada, 22 oktober nanti dilanjutkan perundingan dan menyepakati. Sedangkan pada 27 Oktober kesepakatan dan mengeluartkan rekemondasi UMK Batam tahun 2016,” pungkas Zarefriadi. (rng/bpos)

Respon Anda?

komentar