Ini Kronologi Pembunuhan Ros Duha Berdasarkan Pengakuan Pelaku

1002
Pesona Indonesia
Dua tersangka pembunuhan Ros Duha mempragakan cara mereka menghabisi nyawa majikannya di Polresta Barelang, Rabu (14/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Dua tersangka pembunuhan Ros Duha mempragakan cara mereka menghabisi nyawa majikannya di Polresta Barelang, Rabu (14/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Ros Duha, pengusaha catering dan tempat hiburan malam di Teluk Pandan, Sintai, Tanjunguncang, dihabisi oleh dua karyawannya sendiri, Hendra dan Simalikul. Keduanya sudah tertangkap di Aceh dan Medan. Rabu (14/10) siang keduanya dibawa ke Batam.

Ini di kronologi pembunuhan Ros Duha berdasarkan pengakuan kedua pelaku:
* Selasa (6/10) pukul 23.00 WIB:
– Hendra dan Simalikul menjemput Ros Duha di tempat usaha kateringnya di Perumahan Putra Jaya, Batuaji, Batam.
– Sekitar pukul 23.30 WIB,Ros Duha masuk ke mobil menuju tempat usahanya di Sintai. Ros duduk di kursi kiri depan. Hendra nyetir, sedangkan simalikul duduk di kursi penumpang di belakang Ros.
– Sekitar pukul 23.45 WIB, Ros yang tak menduga akan dibunuh tiba-tiba kaget dijerat tali jemuran oleh Simalikul. Ros meronta namun jeratan sangat kuat ditambah pukulan dari dua pelaku.
– Sepuluh menit kemudian, Hendra memastikan kalau Ros sudah meninggal.
– Kedua pelaku lalu bergerak ke bukit Harimau di Sekupang.
– Kedua pelaku kemudian membuang jenazah Ros di jurang, lalu pergi begitu saja.
* Rabu (7/10) Pukul 01.00 WIB: 
– Hendra dan Simalikul kembali ke tempat usaha Ros di Sintai, seolah tak terjadi apa-apa.
– Anak korban menanyakan keberadaan ibunya, namun kedua pelaku mengatakan kalau Ros sudah tidur, sehingga pagi baru dijemput.
– Pukul 03.00 WIB, anak Ros menghubungi hape ibunya namun tidak aktif lagi.
– Pukul 06.00 WIB, Hendra dan Malikul masih sempat menjemput dan mengantar cucu Ros ke sekolah.
– Usai mengantar, masih menggunakan mobil Ros, Hendra dan Simalikul bergerak ke babdara Hang Nadim Batam.
– Dengan mengambil uang 6.600 dolar Singapura dari tas Ros, keduanya membeli tiket lalu terbang ke Medan pagi itu. Mobil Ros diparkir di parkiran inap bandara.
– Sesampai di Medan mereka berpencar, Hendra bergerak ke Aceh Tamiang, sedangkan Simalikul ke rumahnya di Beureun.
– Rabu pagi itu juga keluarga Ros melapor ke polisi. Polisi langsung bergerak cepat dan berhasil mengendus pelarian Hendra dan Simalikul.
* Jumat (9/10) siang:
– Mobil Ros ditemukan di parkiran bandara. Polisi langsung memeriksa rekaman CCTV bandara.
* Sabtu (10/10) petang:
– Mayat Ros ditemukan di Bukit Harimau Sekupang dengan kondisi sudah membusuk.
– Tim buser langsung bergerak memburu Handra dan Simalikul setelah mempelajari rekaman CCTv bandara.
* Minggu (11/10) malam:
– Hendra dibekuk di Aceh Tamiang
* Senin (12/10) sore:
– Simalikul ditangkap di Beureun. (opi)

Respon Anda?

komentar