Kembali Tercemar, Udara Batam Tidak Sehat

380
Pesona Indonesia
Kabut asap semakin tebal menyelimuti Kota Batam seperti yang terlihat di kawasan Nogoya dan Jodoh. Berdasarkan data dari tim laboratorium lingkungan Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Batam, Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) pada pukul 14.00 WIB, Selasa (6/10) terpantau di angka 222 atau masuk kategori sangat tidak sehat. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Kabut asap semakin tebal menyelimuti Kota Batam seperti yang terlihat di kawasan Nogoya dan Jodoh.
Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Indek Standar Pencemaran Udara (ISPU) yang berada di Simpangjam kembali menunjukkan kualitas udara di Batam akibat kabut asap kembali masuk pada kategori tidak sehat dalam beberapa hari terakhir.

Pada Senin (12/10) lalu, Tim Laboratorium Lingkungan Badan Pengendali Dampak Lingkungan Daerah (Labling Bapedalda) Kota Batam mengungkap angka ISPU Batam antara pukul 14.00 hingga 17.00 sore, berada di angka rata-rata 123 atau tidak sehat. Begitu juga pada Selasa (13/10) siang, angka ISPU pukul 14.00 di angka 122 atau tidak sehat.

“Dua hari terakhir jadi tidak sehat, sepertinya pengaruh angin yang mengarah ke kita (Batam) dari titik api di daerah Jambi,” kata Kepala Bapedalda Kota Batam, Dendi Purnomo, kemarin.

Padahal, kata Dendi, pada akhir pekan lalu kabut asap mulai pudar dan kualitas udara Batam membaik ke level sedang atau di bawah 100. Namun, kondisi itu cepat berubah pada dua hari terakhir.

Dengan kondisi seperti itu, Dendi kembali meminta masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika terpaksa harus berada di luar ruangan, pihaknya menganjurkan agar warga mengenakan masker.

“Antisipasi untuk kesehatan, pakai masker standar dan kalau bisa kurangi aktivitas di luar ruangan,” kata dia.

Bahkan, ia melanjutkan, jika kabut asap masih berada di angka 100 lebih atau tidak sehat, pihaknya mengaku akan merekomendasikan pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam agar kembali meliburkan siswa jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Kita tengok sampai nanti (tadi) malam, tapi kita hanya merekomendasikan, keputusan ada di Disdik,” jelas Dendi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin mengatakan terkait rekomendasi dari Bapedalda tersebut, pihaknya akan mempertimbangkan untuk kembali meliburkan murid PAUD.

“Berdasarkan kesepakatan memang seperti itu,” kata Kepala Dinas.

Meski demikian, Muslim mengatakan masih akan melihat perubahan kondisi cuaca dan kabut asap. Jika kabut asap memudar, maka kebijakan itu tak perlu dilakukan, namun jika kondisi sebaliknya, maka instruksi akan langsung turun untuk meliburkan siswa PAUD.

Terpisah, Dokter Spesialis Penyakit Jantung dari RS Awal Bros Batam, Afdalun Hakim mengatakan kabut asap berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, termasuk bagi penderita penyakit jantung.

“Bisa saja menyebabkan serangan jantung, karena kekurangan oksigen di udara,” jelas dr Afdalun.

Ancaman serius itu, kata ia, juga masih dibarengi dengan dampak lain bagi kesehatan seperti infeksi saluran pernafasan atas (ISPA) yang banyak terjadi akhir-akhir ini.

“Kabut asap juga dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta menyebabkan reaksi alergi, peradangan dan mungkin juga infeksi,” jelas Dokter lulusan Universitas Indonesia itu.

Menurut dr Afdalun, kabut asap dapat memperburuk penyakit asma dan penyakit paru kronis lainnya. Kemampuan kerja paru-paru juga bisa berkurang dan menyebabkan seseorang mudah lelah dan mengalami kesulitan bernafas. Bagi mereka yang berusia lanjut (lansia) dan anak-anak maupun yang mempunyai penyakit kronik, dengan kondisi daya tahan tubuh yang rendah akan lebih rentan terganggu kesehatannya.

“Untuk itu, disarankan mengkonsumsi banyak air putih dan vitamin untuk memperkuat daya tahan tubuh,” kata dia. (rna)

Respon Anda?

komentar