Rekomendasi Dewan Batam untuk Membongkar Kios Liar Tak Digubris

349
Pesona Indonesia
Salah satu kios liar di sisi jalan raya di kawasan Batam Centre. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Salah satu kios liar di sisi jalan raya di kawasan Batam Centre. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto jengkel dengan makin menjamurnya kios liar di Batam. Dua kali DPRD Batam mengeluarkan rekomendasi pembongkaran, tapi semua dianggap angin lalu. Tak digubris.

“Dua kali rekomendasi itu kami berikan ke BP Batam dan Pemko Batam untuk menertibkan bangunan terlarang di lahan bufferzone, dan row jalan, tapi tak juga digubris,” kata pria yang akrab disapa Cak Nur, Selasa (13/10).

Menurut Cak Nur, dalam waktu dekat Komisi I DPRD Kota Batam akan kembali memanggil kedua instansi tersebut terkait penertiban. Apalagi menurut Cak Nur, kios liar atau bangunan liar tersebut sangat mengganggu keindahan Kota Batam.

“Yang bangunan liar ini kan berada di zona terlarang, dan semua baru-baru. Berbeda dengan yang di daerah lain seperti di Bogor yang memang sudah ada dari dulu,” katanya.

Lebih jauh, Cak Nur juga meminta agar pihak berwajib melakukan pemeriksaan terhadap pihak yang terbukti memberikan atau mengalokasikan lahan untuk kios liar di row jalan atau buffer zone.

“Kita minta itu diperiksa. Kenapa kok bisa bebas kali buat kios liar di Batam,” katanya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Batam mengaku sudah melakukan penertiban dari beberapa waktu lalu. Bahkan terakhir mendapat perlawanan dari oknum kepolisian Polda Kepri. Kini kasus tersebut sedang ditangani pihak Polresta Barelang.

“Kita terus melakukan penertiban, dan memang sudah mulai kita tertibkan. Dalam waktu dekat ini juga akan kita lakukan penertiban,” katanya.

Sebelumnya, Fitrah Kamaruddin, Deputi V Bidang Pelayanan Umum BP Batam berjanji akan menertibkan semua kios liar yang ada di Batam. Meski memang menurutnya, saat ini Direktorat Pengamanan (Ditpam) sudah mulai bergerak dan melakukan beberapa penertiban.

“Saya katakan bahwa semua kios liar itu akan ditertibkan. Sebenarnya BP Batam sudah bekerja dari beberapa waktu lalu dan akan terus bekerja,” kata Fitrah.

Fitrah yang membawahi Ditpam meminta agar Cecep Rusmana selaku Direktur Pengamanan bisa lebih tegas lagi. Ia mengakui bahwa selama ini masih banyak kios liar atau pun bangunan liar yang dibangun di pusat perkotaan yang mengganggu tata kota.

“Memang benar. Bahkan ada awalnya kios, tetapi akhirnya dijadikan tempat untuk tidur dan tempat tinggal. Dalam hal ini Ditpam harus lebih tegas,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar