Sakit Hati Berujung 10 Tahun Penjara

284
Pesona Indonesia
Anwir Jacarius bin Misril Yan, pelaku utama pembunuhan Asran bin Basok Beteng, warga Kampung Tengah Patam Lestari Sekupang, divonis 10 tahun penjara pada persidangan putusan di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (13/10).  Foto: anggie/batampos
Anwir Jacarius bin Misril Yan, pelaku utama pembunuhan Asran bin Basok Beteng, warga Kampung Tengah Patam Lestari Sekupang, divonis 10 tahun penjara pada persidangan putusan di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (13/10). Foto: anggie/batampos

batampos.co.id –  Anwir Jacarius bin Misril Yan, pelaku utama pembunuhan Asran bin Basok Beteng, warga Kampung Tengah Patam Lestari Sekupang, divonis 10 tahun penjara pada persidangan putusan di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (13/10). Putusan itu lebih ringan dua tahun dari tuntutan jaksa.

“Kami menyatakan pikir-pikir selama 7 hari kedepan, karena putusan jauh lebih ringan 2 tahun dari tuntutan yang telah dibuat sebelumnya yaitu selama 12 tahun pidana penjara,” kata JPU Barnad usai persidangan.

Sementara, terdakwa yang didampingi dua orang Penasehat Hukumnya menyatakan menerima tanpa mengajukan pledoi atau pembelaan. “Saya menerima putusan ini Yang Mulia,” ujar Anwir menjawab pertanyaan Hakim Ketua, Budiman Sitorus yang didampingi Juli Handayani dan Alvia selaku Hakim Anggota.

Sesuai fakta persidangan dari keterangan saksi-saksi dan pemeriksaan terdakwa, Anwir Jacarius terbukti bersalah melanggar pasal 338 KUHP yang dengan sengaja merampas nyawa orang lain.

Barang bukti yang dihadirkan dipersidangan sebelumnya berupa 1 buah pisau sangkur bersarung hitam, dan seperangkat pakaian lengkap korban yang kemudian dirampas untuk dimusnahkan.

Terdakwa telah menghabiskan nyawa seseorang bernama Asran dengan alasan sakit hati, yang kemudian ia melakukan penganiayaan hingga membunuh korban dengan pisau yang sengaja ia bawa.

Kejadian tersebut dilakukan terdakwa di Taman Gajah Mada, Tiban pada Minggu malam (11/1) lalu sekira pukul 00.10 WIB. Korban yang sempat dilarikan ke UGD RSOB akhirnya meregang nyawa sebelum mendapat perawatan.

Dalam beraksi, Anwir tak sendiri. Ia dibantu rekannya Heri dan Hilmi. Keduanya sebelumnya dikenakan pasal 170 KUHP dengan kurungan penjara maksimal 7 tahun. (cr15)

Respon Anda?

komentar