Asap Hilang, Penerbangan di Batam Kembali Normal

390
Pesona Indonesia
Suasana bandara Hang Nadim, Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Suasana bandara Hang Nadim, Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jarak pandang di Batam dan beberapa daerah di Pulau Sumatera mulai normal kembali. Dari pantauan BMKG Hang Nadim, jarak pandang di Batam pada kisaran 9.000 meter. Dimana angin berhembus dari arah timur laut.

”Dengan kecepatan 6 knot,” kata Kepala BMKG Hang Nadim Batam, Philip Mustamu melalui forechaster, Rabu (14/10).

Dengan arah angin dari timur laut, kemungkinan kabut asap menyambangi Batam menjadi kecil. Sebab titik panas yang menyebabkan kebakaran hutan ada di sebelah barat daya Batam.

Namun kondisi angin dari timur laut ini belum bisa diprediksikan hingga kapan. Namun BMKG Hang Nadim hanya bisa memprediksi, sebab alam bisa saja berubah kapanpun. ”Belum tahu,” ucapnya.

Sementara itu, jarak pandang di daerah lainya di Pulau Sumatera yakni di Padang 1.300 meter dengan arah angin yang variabel, kecepan 3 knot. Pekanbaru jarak pandang 1.300 meter, arah angin yang berhembus dari selatan dengan kecepatan 5 knot.

”Jambi 3.400, mulai membaik dibanding beberapa waktu sebelumnya. Dengan arah angin dari selatan, kecepatan 5 knot. Dan Medan 1.600 meter, arah angin variabel baratlaut hingga utara dengan kecepatan 4 knot,” ungkapnya.

Philip mengungkapkan dari pencitraan satelit yang dimiliki BMKG terlihat masih ada titik panas. Dimana penyebarannya ada di sekitar provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan di Jambi dan Pekanbaru, hanya ada beberapa titik api yang terpantau.

Jumlah titik api yang terpantau di Pulau Sumatera ada sebanyak 253. Sedangkan di Pulau Kalimantan juga mengalami pengurangan sebaran titik api. Saat ini hanya tinggal 121 titik. (ska/bpos)

Respon Anda?

komentar