Ini Dia Polisi Bodong yang Tipu Mahasiswi di Batam

871
Pesona Indonesia
Tersangka polisi gadungan saat di wawancarai wartawan di Polresta Barelang,  Rabu (14/10). Foto: Joahnnes Saragih/Batam Pos
Tersangka polisi gadungan saat di wawancarai wartawan di Polresta Barelang, Rabu (14/10). Foto: Joahnnes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id –  Yopi Enggar Gutawa, tersangka kasus penipuan polisi bodong ternyata sudah lama terobsesi menjadi salah satu anggota korps berbaju coklat tersebut. Hanya saja langkah pria 23 tahun ini terhambat karena memiliki gangguan pada alat vital.

“Saya tidak pernah tes masuk polisi. Karena ada bawaan cacat dari lahir,” ujar Yopi di Mapolresta Barelang, Rabu (14/10) siang.

Ia mengatakan sudah lama mengaku sebagai anggota polisi Sat Shabara Polresta Barelang dengan pangkat Bripda. Bahkan, untuk mengelabui masyarakat ia sengaja memposting foto di sosial media (sosmed) menggunakan seragam polisi.

“Baju itu, baju abang saya. Abang saya polisi juga,” tutur warga Legenda Malaka, Batamcenter ini.

Yopi mengaku sama sekali tak pernah melakukan penipuan dengan modus mengaku sebagai polisi. Namun, kekasihnya bernama Kiki Aprilia, mahasiswi salah satu perguruan tinggi di Batam yang nekat melapornya dengan kasus penipuan atas sepeda motor yang dibawa tersangka.

“Saya minta motor dan dibelikan. Dia mebayar dp (uang muka) dan rencananya akan saya ganti. Korban saya tidak ada kok,” terangnya.

Kapolresta Barelang, Kombes Asep Safrudin mengatakan penangkapan terhadap tersangka berdasarkan laporan masyarakat yang merasa tertipu. Ia juga menghimbau kepada masayarkat agar tidak mudah mempercayai orang yang mengaku sebagai aparat kepolisian.

“Jangan langsung percaya. Kalau ada kejanggalan bisa langsung tanyakan kepada kita,” kata Asep.

Asep menjelaskan untuk memastikannya, masyarakat berhak meminta kartu identitas sang polisi seperti kartu tanda anggota (KTA). Termasuk saat polisi melakukan penindakan di jalanan.

“Masyarakat jangan takut. Tanya saja,” tegas Asep.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 337 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara. (opi/bpos)

Respon Anda?

komentar