Polisi Tangkap Bandar Sabu di Tembesi

662
Pesona Indonesia
ilustrasi
ilustrasi

batampos.co.id – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Kepri, menangkap RS alias Black pada 27 September lalu. RS ditahan atas kepemilikan narkotika jenis sabu seberat 29.32 gram.

“Iya anggota kami amankan tersangka pada Minggu (27/9), lalu, ” kata Direktur Ditresnarkoba Polda Kepri, Kombes Pol Wiyarso saat dihubungi kemarin.

Ia mengatakan kenapa baru bisa diungkapkan . Sebab di belakang RS ada seorang bandar besar. Polisi tak mau, bandar tersebut kabur. Namun hingga kini, pemasok barang haram ke RS masih buron.

“RS mendapatkan sabu dari saudara S, dan saat ini S sudah kami masukan dalam daftar pencarian orang (DPO),” ungkapnya.

Wiyarso mengungkapkan penangkapan RS bermula dari laporan masyarakat. Penyidik Ditresnarkoba bergerak, ke tempat yang disebut masyarakat ada bandar narkoba. Selang berapa lama pengintain yang dilakukan penyidik. Ternyata informasi tersebut benar adanya. Polisi mendapati Roliy, merupakan bandara di sekitar daerah itu.

“Dia termasuk Bede (bandar,red) besar juga,” ujar Wiyarso.

Setelah pengintaian dirasa cukup. Polisi akhirnya pada Minggu (27/9), berhasil mencokok RS dirumah kosnya. Saat pengeledahan dilakukan, polisi menemukan lima bungkus kecil sabu. Bungkusan ini merupakan barang siap edar.

“Kami interogasi RS, diakuinya barang haram itu didapatinya dari S,” ucapnya.

Selain sabu seberat 29.32 gram. Polisi juga menyita uang tunai senilai Rp 4 juta. Satu unit ponsel merk samsung.

Saat ini penyidik Ditresnarkoba sedang melangkapi berkas RS. Bila sudah lengkap, maka RS akan diserahkan ke kejaksaan. Untuk menjalani persidangan. Polisi menjerat RS dengan pasal 114 ayat dua dan pasal 112 ayat satu, Undang-undang Republiuk Indonesia nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. (ska)

Respon Anda?

komentar