Serunya Peringatan Tahun Baru 1 Muharram 1437 Hijriah di Batam

1091
Pesona Indonesia
Ribuan santri TPQ se Kecamatan Batam Kota megikuti pawai dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam di Taman Raya Scuare, Rabu (14/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
Ribuan santri TPQ se Kecamatan Batam Kota megikuti pawai dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam di Taman Raya Scuare, Rabu (14/10). Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pergantian tahun baru hijriah di Batam diwarnai dengan beragam kegiatan yang meriah namun tetap bernuansa islami. Momentum tahun baru kali ini dimanfaatkan untuk berhijrah (pindah) dari hal-hal yang bersifat negatif menuju ke hal positif.

”Makna hijrah ya pindah, maksudnya berpindah dari yang tidak baik ke yang baik, yang baik jadi lebih baik lagi,” kata Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan usai mengikuti acara Peringatan Tahun Baru 1 Muharram oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam di Lapangan Engku Putri Batamcenter, Selasa (13/10) malam.

Dengan itu, kata Dahlan, maka masyarakat Batam akan dapat mewujudkan konsep Kota Batam yang Madani, sejahtera dunia, dan masyarakatnya religius penuh ampunan Tuhan.

Dahlan juga mengatakan dalam membangun Batam harus didasari nilai-nilai agama sehingga menjadi kota maju dan bermartabat. ”Kemampuan ekonomi dan kemampuan lainya dalam membangun Batam tidak boleh jauh dari agama,” ujar Wali Kota dua periode itu.

Selain membuat Batam yang nyaman dan aman, dengan karakter religius, juga diterapkan ketika membangun pelbagai lini, mulai dari sektor pariwisata bahkan industrialisasi di kota berbentuk kalajengking ini.

”Saya terus berfikir bagaimana Batam ini tetap berpegang pada ajaran agama masing masing, Batam harus religius,” katanya.

Menurut Wali Kota, dalam membangun masyarakat religus, ada keterbatasan manusia. Secanggih apapun manusia dengan teknologi yang dihasilkan, ia berpendapat manusia tetap tidak bisa lepas dari agama. ”Di tengah masyarakat yang berteknologi ini, harus religius,” katanya lagi.

Menerapkan itu, tidaklah sulit, pada dasarnya masyarakat Batam sudah religius. Sesuai dengan budaya, leluhur, lanjut Dahlan, Batam secara keseluruhan sudah berpegang pada agama, hanya saja saat ini mulai tergerus.

”Masyarakat harus terus memperkukuh rasa persatuan dan kesatuan, melalui momen Tahun Baru Islam 1347 Hijriah agar seluruh masyarakat kembali berpegang teguh dengan agama,” ucapnya.

Sementara itu, Ustad Taufiqurrahman yang diundang sebagai penceramah pada acara tersebut, mengingatkan umat muslim agar senantiasa berpegang teguh di Jalan Allah. Salah satu caranya, dengan tidak lali dan meninggalkan salat wajib lima waktu.

”Salat lah penyangga manusia dari perbuatan keji dan munkar,” kata pria yang kondang disapa Ustad Pantun tersebut.

Selain Ustad Pantun, peringatan malam pergantian tahun baru Islam tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan grup band musik, Letto. Beberapa tembang lawas yang sempat jadi hits seperti Ruang Rindu, Sebelum Cahaya, dan beberapa lagu lainnya turut menghibur ribuan warga Batam yang memadati lapangan Engku Putri.

Sementara itu, Badan Musyawarah Guru (BMG) Taman Pendidikan Quran (TPQ) Batamkota memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1437 Hijriah dengan menggelar Pawai Taaruf di Taman Raya Square (Taras) Mall. Pawai ini diikuti 103 TPQ se-Batamkota dengan total peserta 8.000-an santri.

”Peserta di tahun ini lumayan besar. Kami sediakan kupon doorprize 7.500, itu kurang,” kata Muhammad Asyhar, Ketua BMG TPQ Batamkota.

Tahun ini, BMG TPQ Batamkota memperkirakan jumlah peserta tak lebih dari 7.000 santri. Seperti yang biasa terjadi di tahun-tahun sebelumnya. Nyatanya, jumlahnya membludak.
Ini terbukti dari masih adanya tim yang belum mengambil jalan, padahal, tim pertama sudah masuk garis finish. Meskipun memang, rute yang diambil terbilang dekat. Rute pawai dimulai dari halaman parkir Taras Mall, berkeliling Perumahan Taman Raya, melalui Cikitsu, dan kembali ke Taras Mall.

”Tahun ini, TPQ dari Belian Timur ikut semua. Soalnya, lokasi sekarang lebih dekat dari mereka. Nah, TPQ di Belian Timur itu jumlahnya bahkan lebih besar dari total TPQ di lima kelurahan,” katanya lagi.

Tahun ini, BMQ TPQ menyediakan lima belas piala. Kelima-belasnya terbagi menjadi tiga kategori. Yakni, kategori terheboh, terkreatif, dan terbanyak. BMG TPQ tidak membatasi kreatifitas yang ditampilkan setiap TPQ. ”Ada yang bahkan bawa ondel-ondel juga,” imbuhnya.

Setiap tahun, perayaan Pawai Taaruf semakin ramai diikuti para santri. Namun, peringatan tahun ini kurang meriah. Sebab, BMG TPQ Batamkota hanya mengadakan satu kegiatan saja. Yakni, Pawai Taaruf.

Di tahun-tahun sebelumnya, BMG TPQ Batamkota selalu memperingati Tahun Baru Islam itu dengan sejumlah kegiatan. Mereka mengadakan Festival Anak Sholeh. Tahun ini, Festival Anak Sholeh itu ditiadakan. ”Biasanya anak-anak unjuk kebolehan, sekarang tidak. Ada yang kurang saja rasanya,” katanya.

Namun, berbeda dari tahun sebelumnya juga, BMG TPQ Batamkota tahun ini memberikan santunan kepada santri yatim se-Kecamatan Batamkota. Jumlahnya mencapai 200 anak. Santunan itu dikumpulkan dari infak seribu para santri. Infak itu mulai diberlakukan sejak tahun ini. M Asyhar mengatakan, jumlah santunan ini akan bertambah. Sebab, ada TPQ yang tidak hadir dalam peringatan itu.

”Total TPQ se-Kecamatan Batamkota itu mencapai 136 TPQ. Yang datang 103. Berarti masih ada yang belum terdata,” katanya.

Sementara itu, memperingati tahun baru Islam, Taman Pendidikan Quran (TPQ) Al Muhajirin Citramas juga menggelar beragam lomba. Peserta lomba untuk tingkat Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) dan Taman Pendidikan Quran (TPQ) membludak. ”Sejauh ini jumlahnya 535 santri. Dan akan sepertinya akan bertambah lagi,” kata Rahmat, Ketua TPQ Al Muhajirin Citramas.

Bidang yang dilombakan ada tujuh, meliputi lomba mewarnai, kaligrafi, adzan, tahfiz, pidato, tilawah, dan peragaan busana muslim. Khusus untuk bidang kaligrafi, adzan, tahfiz, pidato, dan tilawah, Rahmat berniat mencari sepuluh peserta terbaik.

Peserta terbaik itulah yang kemudian akan menjadi bibit unggul dari Masjid Al Muhajirin untuk dikirim ke ajang Musabaqah Tilawatil Quran, baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat kota. ”Kegiatan ini rutin setiap tahun. Tahun ini, saya akan mencari juara yang bisa dilanjutkan ke tingkat kecamatan sampai tingkat kota,” ujar Rahmat.

Ketua Takmir Masjid Al Muhajirin Citramas, AKBP Darsono, menambahkan kegiatan perlombaan ini bertujuan untuk memperkenalkan Tahun Baru Islam pada anak-anak. Lebih lanjut lagi, untuk semakin memakmurkan masjid. ”Supaya untuk menjaga dan mempertahankan kunjungan ke masjid ini,” ujarnya.

Sementara itu, warga Perumahan Bambu Kuning Puspopkar Batuaji juga memperingati Tahun Baru Islam, kemarin. Ketua panitia pelaksana, Wagimin, mengatakan acara tersebut digelar guna mengingatkan kembali kepada umat Islam bahwa 1 Muharram adalah tahun baru Islam yang di dalamnya terdapat peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah ke Madinah.

”Acaranya sederhana, pawai keliling perumahan. Zaman sekarang orang-orang banyak yang lupa. Padahal maknanya besar, 1 Muharam itu saat Nabi hijrah,” jelas Wagimin.
Kegiatan yang mulai pukul 08.00 WIB itu, diikuti oleh 23 grup dari berbagai latar belakang seperti pelajar, ibu-ibu Majelis Ta’lim (MT), Tempat Pengajian Alquran (TPA), Tempat Pengajian Qiroah (TPQ) maupun Remaja Masjid.

Adapun rute yang harus dilalui yakni dari Masjid Attaubah, kemudian melewati perumahan warga menuju Masjid Darul Ikhsan dan berakhir di Masjid Al-Mujahiddin. Setelah itu dilanjutkan lomba cerdas cermat, Hafid Alquran, dan lainnya. Puncak acara peringatan akan digelartakbir akbar pada Sabtu (17/10) malam dengan menghadirkan ustad Muhammad Yahya Waloni dari Jakarta. (rna/ceu/cr13)

Respon Anda?

komentar