Soerya Minta KPU Batam Jangan Bertele-tele Soal Penghapusan 52.655 Pemilih di Batam

357
Pesona Indonesia
Petugas kepolisan dorong-dorongan dekan pendukung SAH yang memaksa masuk ke dalam kantor KPU Sekupang, Kamis (15/10). F. Johannes Saragih/Batam Pos
Petugas kepolisan dorong-dorongan dekan pendukung SAH yang memaksa masuk ke dalam kantor KPU Sekupang, Kamis (15/10). F. Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Calon Gubernur Kepri Soerya Respationo yang hadir dalam aksi unjuk rasa ratusan pendukungnya yang meminta penjelasan ke KPU Batam soal pencoretan 52.655 pemilih di Batam, akhirnya angkat bicara, setelah komisioner KPU tidak mampu memberi jawaban yang memuaskan. Soerya meminta komisioner KPU Batam jangan bertele-tele.

Keputusan untuk memberikan data asli yang diminta pendemo adalah hasil perundingan kedua perwakilan pendemo dengan KPU Batam pada Kamis sore (15/10). Perundingan pertama yang berlangsung siang tadi gagal. Perundingan kedua ini ditegahi oleh Kapolres Barelang Kombes Asep Safrudin, dan Wakapolda Kepri Kombes Polisi Fiandar.

Karena KPU Batam meminta waktu satu jam untuk menyiapkan data asli, maka perwakilan pendemo hingga petang masih menunggu di KPU Batam. Sementara yang lainnya membubarkan diri.

Soerya juga menegaskan, jika 52.655 pemilih di Batam yang dicoret oleh KPU tidak dapat dipertanggungjawabkan, maka solusi terbaik membawa persoalan ini ke ranah hukum. Jika terbukti pencoretan tersebut tidak melalui prosedur, maka wajar jika komisioner dipenjarakan. (rng)

Respon Anda?

komentar