Sopir Mobil yang Tewaskan Dua Pengendara Motor di Barelang Ditahan

1054
Pesona Indonesia
Mobil pelaku tabrak lari di jembatan empat telah di amankan oleh polisi lalu lintas di Polresta Barelang, Kamis (15/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Mobil pelaku tabrak lari di jembatan empat telah di amankan oleh polisi lalu lintas di Polresta Barelang, Kamis (15/10). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Rival, sopir mobil Toyota Avanza BP 1384 GP yang terguling dan menabrak dua pemotor hingga dua orang tewas, satu kritis dan 6 orang luka di jalan raya Trans barelang, Rabu (14/10) sekitar pukul 20.25 WIB, langsung ditahan di Mapolresta Barelang.

“Supir sudah kita tahan dan mintai keterangan. Kita juga masih melakukan penyelidikan. Jika sudah cukup bukti dengan olah TKP dan keterangan saksi, maka supir bisa kita tetapkan tersangka,” ujar Kanit Lakalantas Polresta Barelang Ipda Arman, Kamis (15/10).

Mobil Avanza merah maroon juga sudah dibawa dan diparkir di halaman penyimpanan barang bukti Laka Lantas Polresta Barelang. Kondisi mobil itu rusak parah. Terlihat ringsek  samping kiri, kanan, atas, belakang serta hampi semua kaca pecah.

Sementara Yamaha Vega, hancur bagian depan dan lecet di bodi. Motor Honda Beat pecah kap depan serta lampu bagian depan rusak.

Kecelakaan maut itu bermula saat mobil Avanza yang dikemudikan Rival Ariski melaju dari arah Jembatan IV menuju jembatan III Barelang. Saat itu, pria berusia 19 tahun itu membawa delapan orang rekan seusianya yakni  Rici Larice,20, Juria Afriani,21, Nadya Tobing,19,  Loly,21, Khusnul ,20, Agus ,24, M. Helgi,19, dan Afrizal,21, melaju dengan kecepatan tinggi.

Sekitar 100 meter dari Jembatan III, persisnya di jalan menikung ke kanan yang oleh warga disebut “tikungan manis” roda sebelah kiri keluar jalur ke bahu kiri jalan. Rival pun mencoba membanting stir mobil kekanan. Namun dalam keadaan kencang, mobil yang dikemudikan Rival hilang kendali dan langsung jungkir balik beberapa kali.

Saat jungkir balik, mobil Avanza tersebut menimpa sepeda motor Yamaha  Vega BP 4286 EO yang dikendarai Arifin Ilyas,36, dan membonceng Tedy Wanto, 33. Keduanya tewas di tempat.

Tak hanya ditimpa mobil Avanza, Arifin dan Tedy juga sempat ditabrak sepeda motor Honda Beat BP 3461 FD yang dikendarai Santo Situmeang. Saat itu, Santo yang memang beriringan dengan Arifin berada persis dibelakang kedua korban yang terjatuh. Tabrakan itu membuat pria berusia 28 tahun itu terjatuh. Ia pun sempat tak sadarkan diri karena luka yang cukup parah.

Arifin tewas  dengan kondisi luka patah di rahang, pergelangan tangan luka robek, dengkul kanan, kiri, gigi, hancur. Sedangkan Tedy tewas dengan luka lecet pada punggung, paha kiri, pundak kanan luka robek pada bagian belakang. Dagu dan bibir bawah patah, bagian wajah penyok dan leher patah.

Sementara penumpang yang berada di mobil Avanza yang dikemudikan Rival mengalami luka ringan seperti lecet-lecet di beberapa bagian tubuh dan sesak pada dada.

Yusmardi, kerabat Arifin  yang tengah melihat kondisi mobil Avanza mengatakan Arifin, bersama lima rekannya berencana hendak pergi memancing ke Jembatan IV. Mereka menggunakan tiga sepeda motor berbeda. Saat itu, Arifinlah yang memimpin perjalanan hingga terjadi kecelakaan naas yang merenggut nyawa bapak dua anak itu.

“Mereka berangkat bersama tiga motor, ngumpul di rumah temannya di Genta. Kasihan anak-anaknya masih kecil,” ungkap Yusmardi. (she)

Respon Anda?

komentar