Walikota Batam Jamin 15 Anggota Satpol Yang Ditahan Polisi

268
Pesona Indonesia
Anggota Satpol pp diamankan di Polresta Barelang terkait pengeroyokan anggota polisi kemarin, Rabu (30/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos
Anggota Satpol pp diamankan di Polresta Barelang terkait pengeroyokan anggota polisi kemarin, Rabu (30/9). Foto: Johannes Saragih/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Batam Ahmad Dahlan mengatakan sudah memberikan surat penangguhan penahanan kepada kepolisian terkait 15 anggota Satpol PP Batam yang terjerat kasus pengeroyokan.

“Yang menjadi penjaminnya saya,” ujar orang nomor satu di Batam ini, ditemui di lobi Polresta, Kamis (15/10) sore.

Walikota menghormati proses hukum yang saat ini sedang bergulir.

“Bukan berarti proses hukum tidak berlanjut,” tambah Dahlan yang didampingi kuasa hukum Pemko Batam, Ratna Zuhaira.

Diakui Dahlan, dalam menegakkan peraturan daerah (perda) pihaknya memastikan sudah menjalankan tugas sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur).

“Beliau (Ahmad Dahlan) kemarin belum sempat membesuk para tahanan. Namun beliau selalu menanyakan perkembangan anggotanya di dalam tahanan. Mereka (para tahanan) sehat,” tambah Ratna Zuhaira.

Terkait peristiwa pengeroyokan terhadap Brigadir At, anggota Dit Pam Obvit Polda Kepri, sambung Ratna, anggota satpol saat itu bukan merebut pistol melainkan mengamankan senjata api.

“Karena mau ngisi peluru lagi makanya diamankan sama anggota satpol,” katanya lagi.

Namun, pihaknya sudah melaporkan Brigadir At ke Bid Propam Polda Kepri.

“Laporannya pasal 212 KUHP terkait menghalang-halangi pejabat negara menjalankan tugas,” tutupnya.

Kedatangan Ahmad Dahlan bersama SKPD disambut oleh Wakapolresta Barelang Ajun Komisaris Suwondo Nainggolan. (coc)

Respon Anda?

komentar