Biarkan Anak Bawa Kendaraan ke Sekolah, Orangtua Siap-Siap Dipanggil

391
Pesona Indonesia
Pelajar masih membawa kendaraan ke sekolah. Foto: dalil harahap/batampos
Pelajar masih membawa kendaraan ke sekolah. Foto: dalil harahap/batampos

batampos.co.id – Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Disdik Kota Batam Andi Agung meminta pihak sekolah untuk melakukan pemberitahuan kepada orang tua siswa terkait larangan membawa kendaraan ke sekolah.

Setelah sosialisasi tersebut, maka pihak sekolah sudah berhak memberikan sanksi ika ada yang melanggar. Termasuk memanggil orang tua, jika ada anak ngotot membawa kendaraan ke sekolah.

“Kalau masih ngotot, ya sudah panggil saja orang tuanya,” kata Andi.

Menurut Andi sosialisasi kepada orang tua ini penting, di mana nanti tidak akan ada alasan bagi orang tua jika ada anak didik yang diberi sanksi karena hal ini. Ia menyarankan agar orang tua lebih baik menyewa bus atau mini carry seperti yang sudah diterapkan beberapa sekolah swasta di Batam.

“Saya sudah lihat ada orang tua yang menyewa bus mini carry di swasta. Dan itu lebih bermanfaat dan lebih nyaman. Lebih murah juga,” katanya.

Terkait pengadaan bus pelajar, Andi Agung mengatakan masih akan dibicarakan dengan pihak terkait, termasuk dinas perhubungan. Tetapi jika bus perlajar ini diberlakukan, maka akan diprioritaskan sekolah yang memiliki anak didik yang lebih banyak.

“Di mana siswanya yang lebih banyak, itu yang akan kita prioritaskan. Ini masih dibicarakan,” katanya.

Marlon Brando Siahaan, anggota komisi IV DPRD Kota Batam mengatakan dinas pendidikan melalui kepala sekolah harus mengumpulkan orang tua dan menyampaikan mengenai larangan membawa kendaraan ke sekolah. Harus dijelaskan mengenai bahaya, dan sanksi jika membawa kendaraan ke sekolah.

“Artinya, ketika dijatuhkan sanksi kepada anak, maka orang tua sudah tahu. Sosialisasi ini penting. Paling tidak ada surat pemberitahuan kepada orang tua dari pihak sekolah,” katanya.

Diakui Marlon, membawa kendaraan ke sekolah oleh anak sekolah memang sangat berbahaya. Di mana sebagian besar anak didik itu belum memiliki legalitas untuk mengemudikan kendaraan.

“Dari segi hukum pun memang anak sekolah belum bisa bawa kendaraan. Kita mendukung larangan ini. Makanya kami harapkan semua anak-anak kita di sekolah untuk tidak membawa kendaraan lagi di sekolah,” katanya. (ian/bpos)

Respon Anda?

komentar